Senin, 21 Juli 2014

Kabar Gembira untuk Skolioser!

Hey whats going on?
Selamat berpuasa buat teman-teman yang menjalankannya juga yaaa.
Kali ini aku mau bagi cerita mengenai Spinecor dan perkembangan terbaru tentang skoliosisku.

Aku divonis (gila, serem amat bahasanya) kena skoliosis di umur 14 tahun kurvaku saat itu yang atas 47 derajat, yang bawah 27 derajat. Saat itu dokter ortopedi yang menangani aku, menyarankan untuk operasi, tentunya dengan berbagai macam resiko yang harus ditanggung, juga biaya yang tidak sedikit. Mendengar itu, mamah dan papah gak langsung setuju, mereka mencari alternatif lain dengan searching sana sini. Akhirnya menemukan alternatif dengan menggunakan brace, tepatnya hard brace karena bahan braceku waktu itu keras banget, bahannya dari mika setebal satu senti, memasangnya pun harus dibantu papah karena gak bisa pasang sendiri. Hard brace itu aku pakai setiap hari, cuma dilepas sesekali ketika tidur kalau memang benar-benar capek dan pada saat mandi, selebihnya dipakai. Karena sudah benar-benar gak tahan, aku memutuskan untuk gak pakai brace lagi setelah 6 bulan pemakaian. Siapa yang tahan kalau setiap hari harus jadi robot yang gak bisa gerak sebebasnya, jangankan jongkok atau lari, mengikat sepatu sendiri saja gak bisa. Belum lagi perasaan kesal karena diperlakukan seperti selayaknya orang sakit keras, gak di sekolah, gak di tempat latihan Marching Band. (Iya, aku tetap aktif di Marching Band selama memakai brace). Oh iya, aku juga mengalami alergi berat di kulit bagian pinggang karena tergesek-gesek permukaan brace. Menggaruk punggung yang gatal juga gak bisa. Kalau ada yang tanya masa-masa tersulit dalam hidupku ada di masa 6 bulan saat memakai brace. Gak mau lagi hehehehe.

Lalu setelah hard brace dilepas,  mamah menemukan alternatif lain untuk penanganan skoliosis: Canadian Chiropractic, dan itu hanya ada di Jakarta. Dan akhirnya, kelas 1 SMA aku pindah ke Jakarta karena terapinya harus dilakukan setiap hari. Terapi ini gak murah, satu kali datang 600.000 waktu itu, pokoknya, mamah dan papah menghabiskan puluhan juta untuk biaya terapi, tempat tinggal dan lain-lain selama di Jakarta.
Selama 6 bulan mengikuti Chiropractic, aku pulang ke Banjarmasin, selama bertahun-tahun setelahnya, aku gak pernah melakukan terapi apapun untuk skoliosis. Kurvaku? Entahlah, kami memutuskan untuk gak mengukurnya karena apapun yang terjadi, yang penting aku sudah merasa jauh lebih baik.

Kuliah di Jogja membuat mamah kembali mencari alternatif terapi lain karena tempat terapiku dulu, Canadian Chirpractic sudah tidak buka praktek lagi. Di Jakarta juga, mama menemukan another Chiropractic tapi kali ini dari China. Efeknya sama seperti sebelumnya, membuat badan nyaman dan gak sesak nafas lagi. Tapi bedanya dengan Canadian Chiropractic, Chinese Chiropractic tidak menggunakan alat, tapi menggunakan tangan dokternya. Jadi kayak semacam massage gitu. Chinese Chiropractic lebih murah, sekali datang hanya 300.000. Waktu itu juga ambil paket satu bulan, jadi jatuhnya tidak terlalu mahal. Dua tahun berturut-turut selama sebulan aku rutin terapi di Chinese Chiropractic ini.

Suatu hari aku dapat info mengenai Yoga khusus skoliosis di Jogja, senangnya bukan main, aku jadi gak perlu bolak-balik Jakarta-Jogja untuk terapi lagi. Cukup satu kali seminggu datang ke kelas yoga skoliosis sudah sangat membantu untuk kenyamanan punggungku. Sekali datang di kelas yoga ini butuh biaya 100.000. Hanya satu kali seminggu pada hari sabtu. Walau jaraknya sangat jauh dari rumah (butuh 45 menit naik motor) tapi aku tetap bela-belain ke sana. Meski kadang-kadang malas dan jadi dimarahi sama Dipa hehehe. Dipa yang selalu antar aku untuk yoga setiap sabtu ini. Oh iya sebelum mengikuti kelas yoga ini, instruktur yogaku minta untuk x-ray dulu biar tahu kondisi tulangku. Saat itu kurva yang atas 42 derajat dan yang bawah 39 derajat. Gak banyak berubah dari 8 tahun yang lalu (terakhir kali aku x-ray). Waw, ini termasuk berita baik karena selama 8 tahun, kurva skoliosisku tidak bertambah drastis! :D

Nah, setelah bercerita panjang lebar mengenai perjalanan aku dan skoliosis, sekarang mau cerita soal Spinecor. Ini dia kabar baiknya! Apa itu Spinecor? Hayo apa hayooo... :p

Aku suka ngikutin blog ka Indi Sugar, kebetulan juga beberapa kali komunikasi sama dia via email. Dari postingan blog dia, aku tahu kalau di Indonesia (Uhm, dan di dunia ini) sudah ditemukan soft brace bernama Spinecor. Eh, bukan Indonesia yang bikin soft brace ini, tapi di UK. Well, singkat cerita, mamah yang kebetulan lagi dinas di Jakarta, survei lokasi Back Up Clinic (tempat pasang Spinecor) besoknya, aku menyusul mama dari Jogja langsung ke Jakarta.

Hari pertama, ketemu dokter Anthony Fong, asalnya dari Australia, dan pertemuan pertama dia gak berhenti ngucapin permintaan maaf karena praktek pakai celana pendek dengan atasan batik (dia minta maaf karena mengenakan celana pendek hihi).
Kata dr. Anthony, dari semua pasiennya yang kurvanya lebih dari 40 derajat, hanya aku yang responnya sangat tinggi ketika diketuk lutut, sikut dan pergelangan tangannya. Dr. Anthony bilang kalau orang yang kurvanya lebih dari 40 derajat biasanya sudah sangat tidak sensitif terhadap pukulan, getaran dan lain-lain. Dia bilang, kasus skoliosisku sangat unik. Hahaha.

Setelah bertemu dokter Anthony, malam harinya aku harus x-ray karena dr. Anthony perlu kurva skoliosisku yang sangat terbaru. Dari Central Park, kami meluncur ke rumak sakit Pantai Indah Kapuk.

Besoknya, dr. Anthony sudah bisa mengukur kurva terbaru skoliosisku. Tebak berapa kurvaku sekarang? Yang atas 73 derajat, yang bawah 58 derajat. Parah ya? Ah, enggak juga, aku masih bisa nafas dengan cukup baik cuma kadang-kadang ngerasa pegalnya semakin parah aja hehehe.
Aku sadar selama ini masih bandel untuk jaga posisi. Apalagi setelah punya toko, udah gak terlalu mikir tentang skoliosis, asik ngerjain pesenan orang, menggambar, melukis saking asyiknya sudah gak perduli posisi badan kayak gimana. Hasilnya? Ya gini, kayak ditampar bolak-balik. Hehehe.
Setelah mengukur kurvaku, dr. Anthony mulai mengukur Spinecor biar pas di badanku. Pssst, dr. Anthony terlihat kayak penjahit karena bawa gunting dan meteran. :p
Singkat cerita, Spinecornya jadi dan dipasang di badan. Rasanya? Agak nyesek karena perutku gendut! Hahaha. Tapi overall, jauh lebih nyaman dibanding hard brace.

Selama sehari pakai Spinecor, badanku masih menyesuaikan diri. Masih agak sesak karena belum terbiasa, tapi masih bisa jalan, jongkok, joget-joget. Kalau hard brace jangan harap bisa begitu. :p

Malamnya setelah Spinecor dipasang, aku harus x-ray lagi tapi kali ini x-ray dengan menggunakan Spinecor. Besoknya aku kembali ke Back Up Clinic di Central Park bertemu dr. Anthony untuk cek perkembangan kurvaku dengan membawa hasil x-ray terbaru. Dannnn, hasil mengejutkan lho teman-teman. Setelah satu hari pakai Spinecor, kurvaku yang atas awalnya 73 turun menjadi 65, dan yang bawah awalnya 58 turun menjadi 52 dan tinggiku bertambah 2 cm dalam waktu semalam. Amazing. "Wonderful, It's miracle!" kata dr. Anthony. Aku langsung kebayang kurvaku bakal kurang drastis kalau rajin pakai Spinecor ini. Hihihihi.
Spinecor ini gak dipakai setiap hari, hanya 2-3 kali satu minggu, sekali pemakaian 6-10 jam. Meski kata dr. Anthony boleh lebih dari itu kalau mau. :D

Aku dibalut Spinecor

Aku jadi gak merasa tertekan pakai Spinecor ini, bahannya elastis dan halus. Aku bahkan bisa pakai Spinecor ini saat blogging, menggambar, melukis bahkan saat menjahit! Asik kaaaaan.....


Tuh lihat aku bisa joget-joget waktu pakai Spinecor



Harga Spinecor ini memang gak murah. Harganya hampir sama dengan uang muka cicilan rumah tipe 36, bisa dipakai melunasi kontrakan toko Sampan Mimpi selama dua tahun, bisa dipakai modal beli alat sablon digital lengkap, bisa gaji pegawai sampai bertahun-tahun. Hehehe. Tapi dibandingkan dengan operasi, harga Spinecor ini jauh lebih murah dengan resiko yang gak ada sama sekali.

Kata mamah, kesehatanku jauh lebih penting. Beruntungnya aku punya kedua orang tua yang sangat care, yang alhamdulillah mampu membiayai semua pengobatanku selama ini yang gak murah. Semoga Allah melindungi mereka selalu.

Teman-teman yang mau pasang Spinecor ini bisa ke Back Up Clinic Jakarta di Central Park lantai LG. (Dekat atm center Mandiri)
Semoga postingan ini membantu memberikan informasi buat teman-teman yang sudah hopeless sama kurva yang terlalu besar. Kabar gembira ternyata gak cuma datang dari kulit manggis saja yaaaa.... Hehehe :p

P.S: Buat kalian yang pengin tanya-tanya lebih jauh soal spinecor bisa sapa aku langsung di twitter (search @asakecil) atau email asalailyy@gmail.com karena kalo via komentar suka gak dicek. :)

Anyway, berhubung banyak banget email yang masuk ke aku dan tanya pertanyaan yang sama. Aku jawabin di video aja ya biar jelas. Semoga membantu :)


60 komentar:

  1. apakah aku harus pake spinecor agar tambah tinggi dua cm dalam semalam?? :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggak kalau kamu gak menderita skoliosis.

      Hapus
  2. harganya kira-kira brp and ada yg bisa kredit engk

    BalasHapus
    Balasan
    1. 30 jutaan, tiap pasien beda harga tergantung kondisi. Saya gak tahu bisa kredit atau tidak. Kata pasien yang setahun lalu pasang Spinecor bisa, tapi sekarang, dokternya gak mau pasang Spinecor kalau biaya tidak dilunasi. :)

      Hapus
  3. Mau tanya yoga skoliosis di jogja di daerah mana ya? Ada kontaknya gak? Soalnya saya jg ngekos di jogja..hehe

    BalasHapus
  4. waktu rontgen trus hasilnya bekurang kurvanya mba pake spinecornya ga mba? atau di lepas dulu mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai spinecor x-ray yang kedua, karena buat bukti mengoreksi atau tidak spinecornya..

      Hapus
    2. kalo dilepas mengoreksi ga mba? setelah pemakaian spinecor sudah pernah rontgen tanpa spinecor belum mba?
      maaf ya mba banyak tanya hihi

      Hapus
  5. Belum pernah rontgent tanpa spinecor. Saya baru pakai belum satu bulan. Aakan di xray lagi tanpa spinecor setelah pemakaian 3 bulan. :)

    BalasHapus
  6. Pengen punya spinecor...
    Derajatku 10, tapi sakit tulangnya minta ampun..
    Minta infonya ya, 30jt itu spinecornya aja atau udah termasuk yg lain?
    Kalo bisa kita kontak2an di niia.pandaa@yahoo.com ya...
    Butuh info segera nih 😉
    Suksma ya 😊😊😊

    BalasHapus
  7. gimana kondisi kurva nya skrg sis ??? udah berkurang ?? tanpa pake spine cor ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. kurva saya sekarang sudah berkurang alhamdulillah. :)

      Hapus
  8. Udh ad kurang nya blm stelah pkai spine cor??

    BalasHapus
  9. Boleh minta alamatnya mba,istri saya menderita scoliosis kurva nya yg atas 60 yg bawahnya 50

    BalasHapus
    Balasan
    1. alamatnya di Central Park (gedung perkantorannya) lantai 25 semoga membantu :)

      Hapus
  10. Maaf mb mau tanya, itu pemakaian spinercor 18 bulan untuk kontrolnya apa harus k jkt jg mb?saya jg pnya skoliosis, saya dr jember. Mohon infonya mb.. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya harus ke Jakarta karena harus dikontrol langsung oleh dokternya :)

      Hapus
  11. hy kak..
    saya skoliosis, dengan derjat skoliosis atas 52 dan bawah 32 derjat.
    saya tertarik dengan spinecor ini. untuk pemesanan apakah hanya ada di jakarta kak? lokasi saya di jogja kak.
    terimakasih infonya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Nurul, iya saat ini hanya ada di Jakarta, kalau ke Jakarta sempatin aja ke kliniknya, tanya-tanya pun orang-oragnya welcome kok dear :)

      Hapus
  12. hai asa, salam kenal ya karin.
    aku skrg lagi stay di jogja, mau tanya untuk alamat yoga di jogja buat skoli daerah mana ya ? aku mau coba :)
    skoli ku yg atas 38 yg bawah 31 hehe
    makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Karin salam kenal juga.
      Alamatnya di Demangan Baru, hotel Puri Artha. Kalau dari jalan Affandi Gejayan, ambil belokan yang di depan hotel edelweis. Kalau kurang jelas bisa chat aku di twitter, kita ngobrol di sana atau aku bisa kasih kontakku langsung :)

      Hapus
  13. kalau ke air itu gimana?harus di lepas dong?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jelas harus dilepas. Ngapain ke air pake brace? :)

      Hapus
  14. hay kak,aku lita salam kenal. aku mau tanya tanya ttg spinecor ini karna udah lama bgt aku sama ortu nyari info ttg spinecor,sama aku mau tau treatment apa aja yg kakak udah jalanin sampe sekarang.
    aku kemarin udah coba ngemessage kakak lewat fb.
    makasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Talitha, sepertinya message kamu gak sampai..
      Di atas sudah aku ceritakan aku pernah ikut terapi apa saja. Canadian Chiropractic, yoga skoliosis dan China Chiropractic :)

      Hapus
    2. kak sampai saat ini kakak udh berapa lama pakai spinecore? terus udh pernah rontgen terbaru tanpa spinecore?hasilnya gimana kak,kurvanya berkurang berapa? oya,sampe saat ini tinggi kakak nambah berapa cm ??
      maaf kak tanya lagi,makasih kak :)

      Hapus
    3. kurang lebih 7 bulan, rontgen terbaru kurang 8 derajat

      Hapus
  15. hai mba, salam kenal yaa.
    mau nanya, selama mba make spinecor itu, mba ikutan terapi lain ga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang aku fokus ke Spinecor aja, gak ikut terapi lain lagi :)

      Hapus
  16. hai mba, salam kenal yaa.
    mau nanya, selama mba make spinecor, mba ikutan terapi lain buat skliosis ga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saat ini fokus ke Spinecor saja. Bisa dibaca lagi di atas aku pernah ikut terapi apa saja :)

      Hapus
  17. hai mba mw tanya waktu mba ikt yoga skoliosis itu ada perubahan ga?kurvanya berkurang ga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. waktu ikut yoga gak ada pengurangan derajat hanya mengurangi rasa sakit dan nyeri2 aja. Mungkin karena kurvaku sudah di atas 40 derajat.

      Hapus
  18. Hai Mbak.. Boleh tau sekarang kurva atas bawahnya berkurang jadi berapa derajat? Semoga makin banyak berkurangnya yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurvaku berkurang 8-10 derajat, beda-beda tiap bulan tergantung rajin atau tidaknya aku pake spinecor.

      Hapus
  19. haiii,boleh tau gak gomana kondisinya setelah memakai spinecor? dan berapa kurvanya sekarang ?

    BalasHapus
  20. Maaf mau tanya klo usia 27, masih mungkin derajat berkurang? Dari 2008 ke 2014 derajatku g berubah. Cuman nyeri pinggang. Thank you

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya kurang tahu, saya bukan dokter, mungkin bisa konsultasi ke dokter yang berwenang yaa :)

      Hapus
  21. kak, pakai spinecor itu nyaman gak? sama bagian ketiak itu sakit gak?

    BalasHapus
  22. Kak, bagaimana perkembangan skoliosisnya sampai sekarang? :)

    BalasHapus
  23. Kak, ada kontak yg bisa dihubungi?

    BalasHapus
  24. Assalamu Alaikum Wr Wb..
    maaf mbak mau nanya harga spinecor tuh brp, terus belinya dmn ??
    aku jg penderita scoliosis.
    salam knl dr Muh Rajman S di Sul-Sel (Makassar)

    BalasHapus
  25. Assalamu Alaikum Wr Wb..
    maaf mbak mau nanya harga spinecor tuh brp-an, terus beli dmn ??
    aku jg penderita scoliosis.
    salam knl dr Muh Rajman S DiSulawesi Selatan (Makassar)
    Thanks Before :)

    BalasHapus
  26. Kak nama saya Hilda ..sayaa skoliosis juga . Umur saya 18 kak . Mbak beli brace yg kaku itu brapa ya mba ??
    Saya kurang ekonomi jadinya saya ingin beli yg murah aja hehe :)
    Mohon pencerahanya udah gampang bgt cape kak

    BalasHapus
  27. Hai, sori mau tanya, waktu pakai hard brace sempet turun derajat kemiringannya ga? Trus waktu pakai spinecor turun 8 derajat dirontgen dg spinecor atau ga? Thanks sebelumnya

    BalasHapus
  28. Mbak , skoliosis ku skg 23 bawah 45 derajat umur 18th. Kalo pakek spinecor itu kira2 berapa lama ya? Soalnya kata dokter skoliosis itu ga pernah bakal kembali lurus tulangnya tapi cuma berkurang derajatnya. Trs kalo misalnya derajatnya udh berkurang kira2 bakal nambah trs ga krn udh stop pakek spinecor? Trs satu lg, perlu ga sih rutin berenang untuk mencegah naiknya kurva skoliosis? Kalo mba sendiri gmna perlu berenang tdk? Terimakasih ya

    BalasHapus
  29. salam dari sesama skolioser di Jogja

    BalasHapus
  30. Hai ka, salam kenal ya. Aku mau tanya saat memakai hard brace apakah ada penguran derajat kurva? Terimakasih kak:)

    BalasHapus
  31. Hai Asa salam kenal yaaa :) aku juga mau berobat ke dr Anthony Fong kemaren baru aja foto rontgen kurva ku 48 atas 50 bawah, alhamdulillah karena masih pake boston brace dari umur 15 sampe skrg 23 taun cuman bertambah 3 derajat aja yg atas yg bawah tetap. Tp dari umur 16 pake klo dirumah/tidur aja sih klo beraktifitas diluar engga hehe, doakan aku yaaa semoga sukses pake spinecor ini :"") anyway perkembangan kamu gimana skrg setelah pake spinecor? Update2 yaaah. Thanks for sharing Asa :)

    BalasHapus
  32. Mbak Laily, salam kenal. Saya Ling Kwa dari Bintaro, tangsel. Putri saya, 12 tahun, di diagnosa scoliosis berat. Kami sedang mencari alternatif lain di luar operasi.

    Jika berkenan, sekiranya saya mau konsultasi soal spinecor via japri boleh? Email saya ling.kwa@gmail.com

    Salam,

    BalasHapus
  33. Assalamu'alaikum mbk.. salam kenal.. sy juga penderita skoliosis.. sy pngen jg pengibatan dg spinocer.. bs mnta kontak nya mbak?

    BalasHapus
  34. Apa kalo pake alat spinocer itu bisa balik normal lagi tulang belakangnya?

    BalasHapus
  35. Assalaamualikum sist, salam kenal ya, kalo kita udah umur 19th, terus tidak di obatin , apa itu bakal bertambah sist ? Menurut kamu gmna ?

    BalasHapus
  36. Ternyata banyak juga ya temen2 yg scoliosis. Sy usia 34 th derajat nya ga tau sekarang sudah berapa terakhir xray 60 an. Yg ikut grup atau komunitas scoliosis boleh dong add aq juga di grup. Salam kenal smua

    BalasHapus
  37. Ternyata banyak juga ya temen2 yg scoliosis. Sy usia 34 th derajat nya ga tau sekarang sudah berapa terakhir xray 60 an. Yg ikut grup atau komunitas scoliosis boleh dong add aq juga di grup. Salam kenal smua

    BalasHapus
  38. Salam kenal mba Asa. Sy penderita scoliosis usia 44 thn. Anak gadis sy pun jg scoliosis usia 22 thn. Kami jg disarankan memakai alat bantu seperti brace atau minimal korset. Krn ketidaknyamanan brace akhirnya sy mencari sendiri semacam brace yg lbh nyaman tp mampu membantu mengurangi scoliosis sy & putri sy. Alhamdulillah kami dipertemukan dgn Diamant dr Easecox. Usia sy saat pertama pakai 42thn. 1 bln pemakaian scoliosis sy sdh nyaris lurus lg. 3 bln pemakaian rutin tulang leher yg yg maju sdh kembali ke posisi seharusnya. Dan punggung sy yg bungkuk dpt tegak lg. Bgtu pun dgn putri sy. Skrg tulang panggulnya yg tinggi sebelah skrg sdh semakin terkoreksi. Tinggi badan nya bahkan bertambah 2 cm skrg. Dokter kami pun sangat takjub dgn hasil ini krn kata dokter kami dgn rutin memakai brace pun blm tentu bisa berhasil seperti ini. Diamant sangat nyaman tanpa rasa sesak atau ngap. sangat fleksibel sehingga kita bisa bebas bergerak seperti tdk pakai alat bantu sama sekali. Seandainya mba Asa & tmn2 lain perlu info lebih lengkap ttg Diamant ini bisa hubungi sy di no 081388049658 ada WA nya. Sy dgn senang hati akan menjelaskan.

    BalasHapus
  39. Dulu aku juga pake spinecor dari backup clinic juga. Tapi abis 6 bulan make, ga ada hasil yg bagus bgt jadi aku gapake lagi sampe sekarang. Dan sekarang chiropractic di indonesia kan udah ditutup semua, kalo mau ada chiropractic di singapore, namanya bones and beyond. Temenku ada yg dari 40 derajat jadi 0 derajat loh..

    BalasHapus
  40. Beneran mba chiropractic udah ditutup semua ? Soalnya di banjarmasin baru ada yg buka mbaa..

    BalasHapus

Komentar kalian akan masuk moderasi dulu jika kalian komen di postingan lama. Maka jangan khawatir, komentar kalian pasti akan aku baca. :)