Kamis, 31 Juli 2014

What I (often) Wear


OOTD-nya Asa kayak gini, meski umur sudah 22 tahun.
Di saat teman-teman satu angkatan sudah pakai higheels, eyeshadow, eyeliner, lipstick, tas mamak-mamak.
Ini aku yang telat, apa temen-temen yang kecepetan? :))

And The Winners are......

Helo, ini saatnya mengumumkan tiga pemenang untuk kartu pos dari Sampan Mimpi.


Ada 10 email yang masuk ke emailku, wah gak nyangka ternyata banyak juga ya yang mau :D
Tapi beberapa di antaranya tidak menggunakan subyek email seperti yang aku minta. Jadi kebingungan ketika harus search email mereka. :(
Ketiga pemenang yang aku pilih ini karena memenuhi kriteria dan ceritanya menarik.
Siapa sajakah mereka?
Ini dia.....

1. Herwidhiya Azizah
2. Kelik
3. Nabila Azzahra

Selamat!!! Kepada ketiga pemenang harap email alamat lengkap, nama lengkap beserta kode pos dan nomer handphone yang bisa dihubungi untuk pengiriman. Oh iya, sertakan juga ya mau kartu pos yang series apa. Pengiriman akan dilakukan setelah aku sampai di Jogja. Terimakasih banyak yang sudah ikut berpartisipasi, mohon maaf untuk yang belum beruntung, dicoba lain kali ya, karena akan banyak giveaway setelah ini.

Selamat lebaran dan liburan! :)

Jumat, 25 Juli 2014

Edisi Rekomendasi Film Drama Korea dan Thailand

Aku bukan penggila Korea, tapi suka nonton film Korea. Kebanyakan yang aku tonton bagus, dan film Korea selalu pintar memainkan perasaan penonton. Seperti kata Dipa, Korea sadar, bahwa sumber daya alam di Korea tidak sebagus negara lain, maka mereka berusaha memajukan sumber daya manusia-nya di bidang seni, seperti musik dan film. Yea, walau aku gak terlalu suka cowok korea yang dandannya menyerupai cewek. (You Know What I Mean) :p

Film Thailand juga sama, tukang ngacak-ngacak perasaan. Beberapa filmnya yang sudah aku tonton ada yang bikin sedih, ada yang bikin seneng karena sweet banget.

Oke, ini dia beberapa film Korea dan Thailand yang pernah aku tonton dan bagus.

"ALWAYS"

Film ini menceritakan tentang gadis tunanetra sama cowok penjaga parkir. Tiap hari si cewek numpang nonton sinetron di ruangan jaga parkir si cowok. Meski cewek ini gak bisa lihat, tapi dia suka dengerin dialog di sinetronnya. Awalnya si cowok merasa iba, tapi lama-lama jatuh cinta juga. Suatu hari, si cowok pengin banget si cewek bisa lihat lagi, dia cari uang dengan cara apapun biar bisa biayain operasi mata ceweknya. Tapi ternyata diam-diam si cowok nyimpan rahasia besar yang berkaitan dengan kebutaan si cewek. Wah apa ya? Nonton sendiri saja!

Film ini memberitahu kita bahwa setiap pasangan memang gak ada yang sempurna. Yang membuat kita merasa sempurna adalah karena kita saling memiliki, saling mencintai.


"HERB"

Film ini ceritanya tentang ibu dan anak yang IQ-nya lambat berkembang. IQ-nya hanya setara dengan anak usia 4 tahun. Si Ibu menderita kanker stadium akhir, setiap hari dia nyiapin keperluan anaknya untuk satu tahun kedepan dan dimasukkin dalam kardus, persiapan kalau ibunya meninggal. Sedih banget. Suatu hari si anak ketemu sama polisi lalu lintas, polisi lalu lintasnya jatuh cinta karena anak itu cantik, tapi dia gak tau kalau si anak itu IQ-nya rendah. Mereka (Si anak cewek dan polisi) saling jatuh cinta dan sering jalan bareng, tapi selalu ngajak temen si cewek yang lebih pinter biar bisa nutupin kalau si cewek itu sebenernya punya kekurangan.
Suatu hari waktu cowoknya tahu kalau si cewek punya kekurangan, si cowok menjauh dan gak mau ketemu ceweknya. Di sini pergolakan batinnya si cowok. Dia gak mau punya cewek yang IQnya rendah, tapi dalam hatinya sebenarnya dia sayang banget sama si cewek ini. Dan si ceweknya, meski IQ-nya hanya setara dengan anak usia 4 tahun, tapi dia benar-benar merasa patah hati karena ditinggal si cowok. Tonton deh, ada sweetnya, ada sedihnya. :)


"A MOMENT TO REMEMBER"

Hayo siapa yang belum nonton film ini? Ini film nyesek dan sedih banget, ceritanya si cewek kena alzheimer, dan si cowok yang sudah jadi suaminya sabaaaaar banget ngerawat istrinya yang suka tiba-tiba gak inget dia di mana, lupa kalau dia udah punya suami dan lain-lain. Ini film lama tapi kalau ditonton sekarang pun tetap gak ada bedanya, masih sama-sama mengharukan.


"YOU ARE THE APPLE OF MY EYE"

Yang kangen masa-masa SMA nonton film ini deh. Manis banget ceritanya. Yang cowok ya tipe cowo SMA banget yang masih pengin main-main, gak mau belajar, nilai anjlok, maunya berantem biar kelihatan jago. Yang cewek rajin, pinter, punya ambisi dan cita-cita besar. Tapi sayangnya cinta mereka gak berjalan mulus, hingga suatu hari, si cowok harus merelakan si cewek sama cowok lain. Eh ini tapi kayaknya film china ya? Ah entahlah :p


"CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE"

Ini juga film masa SMA! Tapi gak kalah seru karena ada hal gak terduga di film ini, gimana rasanya ketika kita udah suka banget sama cowok dari dulu, tapi gak berani bilang padahal udah ada kesempatan? Perasaan itu akhirnya disimpan sampai si cewek besar dan sukses. Yang manis di film ini adalah proses kedekatan si cewek dan cowok, meski ABG banget, tapi bikin yang nonton senyum senyum sendiri dan pengin ngerasain lagi balik ke masa SMA. Hal gak terduganya apa? Nonton dong makanya! :p


"TIMELINE"

Film ini film tentang cewek (June) yang suka sama teman kuliahnya, Tan. Mereka temenan dan sampai pelihara anjing bareng (friendzone abis lah pokoknya). Tapi yang cowok suka sama cewek lain, kaka kelas. Sampai suatu hari si Tan nyadar bahwa sebenernya dia cuma dimanfaatin sama si kakak kelas doang, tapi waktu itu udah terlambat, June udah pergi ke Jepang karena dapet beasiswa untuk lanjut kuliah di sana.

Tan dan ibunya sama-sama gak sadar bahwa selama ini ada orang yang tulus mencintai mereka. Ibu Tan terlalu larut dalam masalalu dan gak mau mengganti posisi ayah Tan dengan lelaki lain, sedangkan Tan mau dapat yang lebih dan lebih, mau dapat yang baru terus, sehingga June diabaikan.

Film ini mengajarkan kita bahwa manusia itu suka sekali mencari yang baru dan meninggalkan yang lama, ketika sudah bosan dengan yang baru, pengin balik sama yang lama. Dan ngajarin kita untuk gak menyia-nyiakan orang yang udah sayang tulus ke kita selagi dia masih ada di samping kita.

Nah, itu film-film rekomendasi dari aku. Film Korea dan Thailand kesukaan kalian apa? Tulis di komen ya, siapa tahu aku belum tonton. :D

Senin, 21 Juli 2014

Kabar Gembira untuk Skolioser!

Hey whats going on?
Selamat berpuasa buat teman-teman yang menjalankannya juga yaaa.
Kali ini aku mau bagi cerita mengenai Spinecor dan perkembangan terbaru tentang skoliosisku.

Aku divonis (gila, serem amat bahasanya) kena skoliosis di umur 14 tahun kurvaku saat itu yang atas 47 derajat, yang bawah 27 derajat. Saat itu dokter ortopedi yang menangani aku, menyarankan untuk operasi, tentunya dengan berbagai macam resiko yang harus ditanggung, juga biaya yang tidak sedikit. Mendengar itu, mamah dan papah gak langsung setuju, mereka mencari alternatif lain dengan searching sana sini. Akhirnya menemukan alternatif dengan menggunakan brace, tepatnya hard brace karena bahan braceku waktu itu keras banget, bahannya dari mika setebal satu senti, memasangnya pun harus dibantu papah karena gak bisa pasang sendiri. Hard brace itu aku pakai setiap hari, cuma dilepas sesekali ketika tidur kalau memang benar-benar capek dan pada saat mandi, selebihnya dipakai. Karena sudah benar-benar gak tahan, aku memutuskan untuk gak pakai brace lagi setelah 6 bulan pemakaian. Siapa yang tahan kalau setiap hari harus jadi robot yang gak bisa gerak sebebasnya, jangankan jongkok atau lari, mengikat sepatu sendiri saja gak bisa. Belum lagi perasaan kesal karena diperlakukan seperti selayaknya orang sakit keras, gak di sekolah, gak di tempat latihan Marching Band. (Iya, aku tetap aktif di Marching Band selama memakai brace). Oh iya, aku juga mengalami alergi berat di kulit bagian pinggang karena tergesek-gesek permukaan brace. Menggaruk punggung yang gatal juga gak bisa. Kalau ada yang tanya masa-masa tersulit dalam hidupku ada di masa 6 bulan saat memakai brace. Gak mau lagi hehehehe.

Lalu setelah hard brace dilepas,  mamah menemukan alternatif lain untuk penanganan skoliosis: Canadian Chiropractic, dan itu hanya ada di Jakarta. Dan akhirnya, kelas 1 SMA aku pindah ke Jakarta karena terapinya harus dilakukan setiap hari. Terapi ini gak murah, satu kali datang 600.000 waktu itu, pokoknya, mamah dan papah menghabiskan puluhan juta untuk biaya terapi, tempat tinggal dan lain-lain selama di Jakarta.
Selama 6 bulan mengikuti Chiropractic, aku pulang ke Banjarmasin, selama bertahun-tahun setelahnya, aku gak pernah melakukan terapi apapun untuk skoliosis. Kurvaku? Entahlah, kami memutuskan untuk gak mengukurnya karena apapun yang terjadi, yang penting aku sudah merasa jauh lebih baik.

Kuliah di Jogja membuat mamah kembali mencari alternatif terapi lain karena tempat terapiku dulu, Canadian Chirpractic sudah tidak buka praktek lagi. Di Jakarta juga, mama menemukan another Chiropractic tapi kali ini dari China. Efeknya sama seperti sebelumnya, membuat badan nyaman dan gak sesak nafas lagi. Tapi bedanya dengan Canadian Chiropractic, Chinese Chiropractic tidak menggunakan alat, tapi menggunakan tangan dokternya. Jadi kayak semacam massage gitu. Chinese Chiropractic lebih murah, sekali datang hanya 300.000. Waktu itu juga ambil paket satu bulan, jadi jatuhnya tidak terlalu mahal. Dua tahun berturut-turut selama sebulan aku rutin terapi di Chinese Chiropractic ini.

Suatu hari aku dapat info mengenai Yoga khusus skoliosis di Jogja, senangnya bukan main, aku jadi gak perlu bolak-balik Jakarta-Jogja untuk terapi lagi. Cukup satu kali seminggu datang ke kelas yoga skoliosis sudah sangat membantu untuk kenyamanan punggungku. Sekali datang di kelas yoga ini butuh biaya 100.000. Hanya satu kali seminggu pada hari sabtu. Walau jaraknya sangat jauh dari rumah (butuh 45 menit naik motor) tapi aku tetap bela-belain ke sana. Meski kadang-kadang malas dan jadi dimarahi sama Dipa hehehe. Dipa yang selalu antar aku untuk yoga setiap sabtu ini. Oh iya sebelum mengikuti kelas yoga ini, instruktur yogaku minta untuk x-ray dulu biar tahu kondisi tulangku. Saat itu kurva yang atas 42 derajat dan yang bawah 39 derajat. Gak banyak berubah dari 8 tahun yang lalu (terakhir kali aku x-ray). Waw, ini termasuk berita baik karena selama 8 tahun, kurva skoliosisku tidak bertambah drastis! :D

Nah, setelah bercerita panjang lebar mengenai perjalanan aku dan skoliosis, sekarang mau cerita soal Spinecor. Ini dia kabar baiknya! Apa itu Spinecor? Hayo apa hayooo... :p

Aku suka ngikutin blog ka Indi Sugar, kebetulan juga beberapa kali komunikasi sama dia via email. Dari postingan blog dia, aku tahu kalau di Indonesia (Uhm, dan di dunia ini) sudah ditemukan soft brace bernama Spinecor. Eh, bukan Indonesia yang bikin soft brace ini, tapi di UK. Well, singkat cerita, mamah yang kebetulan lagi dinas di Jakarta, survei lokasi Back Up Clinic (tempat pasang Spinecor) besoknya, aku menyusul mama dari Jogja langsung ke Jakarta.

Hari pertama, ketemu dokter Anthony Fong, asalnya dari Australia, dan pertemuan pertama dia gak berhenti ngucapin permintaan maaf karena praktek pakai celana pendek dengan atasan batik (dia minta maaf karena mengenakan celana pendek hihi).
Kata dr. Anthony, dari semua pasiennya yang kurvanya lebih dari 40 derajat, hanya aku yang responnya sangat tinggi ketika diketuk lutut, sikut dan pergelangan tangannya. Dr. Anthony bilang kalau orang yang kurvanya lebih dari 40 derajat biasanya sudah sangat tidak sensitif terhadap pukulan, getaran dan lain-lain. Dia bilang, kasus skoliosisku sangat unik. Hahaha.

Setelah bertemu dokter Anthony, malam harinya aku harus x-ray karena dr. Anthony perlu kurva skoliosisku yang sangat terbaru. Dari Central Park, kami meluncur ke rumak sakit Pantai Indah Kapuk.

Besoknya, dr. Anthony sudah bisa mengukur kurva terbaru skoliosisku. Tebak berapa kurvaku sekarang? Yang atas 73 derajat, yang bawah 58 derajat. Parah ya? Ah, enggak juga, aku masih bisa nafas dengan cukup baik cuma kadang-kadang ngerasa pegalnya semakin parah aja hehehe.
Aku sadar selama ini masih bandel untuk jaga posisi. Apalagi setelah punya toko, udah gak terlalu mikir tentang skoliosis, asik ngerjain pesenan orang, menggambar, melukis saking asyiknya sudah gak perduli posisi badan kayak gimana. Hasilnya? Ya gini, kayak ditampar bolak-balik. Hehehe.
Setelah mengukur kurvaku, dr. Anthony mulai mengukur Spinecor biar pas di badanku. Pssst, dr. Anthony terlihat kayak penjahit karena bawa gunting dan meteran. :p
Singkat cerita, Spinecornya jadi dan dipasang di badan. Rasanya? Agak nyesek karena perutku gendut! Hahaha. Tapi overall, jauh lebih nyaman dibanding hard brace.

Selama sehari pakai Spinecor, badanku masih menyesuaikan diri. Masih agak sesak karena belum terbiasa, tapi masih bisa jalan, jongkok, joget-joget. Kalau hard brace jangan harap bisa begitu. :p

Malamnya setelah Spinecor dipasang, aku harus x-ray lagi tapi kali ini x-ray dengan menggunakan Spinecor. Besoknya aku kembali ke Back Up Clinic di Central Park bertemu dr. Anthony untuk cek perkembangan kurvaku dengan membawa hasil x-ray terbaru. Dannnn, hasil mengejutkan lho teman-teman. Setelah satu hari pakai Spinecor, kurvaku yang atas awalnya 73 turun menjadi 65, dan yang bawah awalnya 58 turun menjadi 52 dan tinggiku bertambah 2 cm dalam waktu semalam. Amazing. "Wonderful, It's miracle!" kata dr. Anthony. Aku langsung kebayang kurvaku bakal kurang drastis kalau rajin pakai Spinecor ini. Hihihihi.
Spinecor ini gak dipakai setiap hari, hanya 2-3 kali satu minggu, sekali pemakaian 6-10 jam. Meski kata dr. Anthony boleh lebih dari itu kalau mau. :D

Aku dibalut Spinecor

Aku jadi gak merasa tertekan pakai Spinecor ini, bahannya elastis dan halus. Aku bahkan bisa pakai Spinecor ini saat blogging, menggambar, melukis bahkan saat menjahit! Asik kaaaaan.....


Tuh lihat aku bisa joget-joget waktu pakai Spinecor



Harga Spinecor ini memang gak murah. Harganya hampir sama dengan uang muka cicilan rumah tipe 36, bisa dipakai melunasi kontrakan toko Sampan Mimpi selama dua tahun, bisa dipakai modal beli alat sablon digital lengkap, bisa gaji pegawai sampai bertahun-tahun. Hehehe. Tapi dibandingkan dengan operasi, harga Spinecor ini jauh lebih murah dengan resiko yang gak ada sama sekali.

Kata mamah, kesehatanku jauh lebih penting. Beruntungnya aku punya kedua orang tua yang sangat care, yang alhamdulillah mampu membiayai semua pengobatanku selama ini yang gak murah. Semoga Allah melindungi mereka selalu.

Teman-teman yang mau pasang Spinecor ini bisa ke Back Up Clinic Jakarta di Central Park lantai LG. (Dekat atm center Mandiri)
Semoga postingan ini membantu memberikan informasi buat teman-teman yang sudah hopeless sama kurva yang terlalu besar. Kabar gembira ternyata gak cuma datang dari kulit manggis saja yaaaa.... Hehehe :p

P.S: Buat kalian yang pengin tanya-tanya lebih jauh soal spinecor bisa sapa aku langsung di twitter (search @asakecil) atau email asalailyy@gmail.com karena kalo via komentar suka gak dicek. :)

Anyway, berhubung banyak banget email yang masuk ke aku dan tanya pertanyaan yang sama. Aku jawabin di video aja ya biar jelas. Semoga membantu :)


Sabtu, 12 Juli 2014

Bagi-bagi Paket Kartu Pos Gratis

Teman-teman, kalau aku bagi-bagi paket kartu pos produk dari Sampan Mimpi, ada yang mau gak ya?
Kira-kira seperti ini gambar-gambar kartu posnya:





Kartu pos ada tiga pack, untuk satu pack isinya 6 lembar dengan ilustrasi yang berbeda. Memang agak cewek banget sih tipe ilutrasinya, tapi kalau ada temen temen cowok yang pengin gak apa kok, mungkin bisa dikasih ke pacar atau gebetan :p

Caranya gampang banget, kalian cukup kirimkan email ke asa_laily@yahoo.com dengan subyek: "Asa, aku mau kartu pos!"
Isi emailnya, kalian harus menceritakan kepada siapa nanti kalian akan mengirim kartu pos kalau kalian dapat hadiah paket kertu pos ini. Jawabannya bebas, tiga jawaban paling kreatif bakal aku kasih kartu pos gratis. Aku tunggu emailnya sampai akhir Juli ya! :)