Jumat, 21 September 2012

Segala Tentang Kamu


Aku mencintai matamu dengan sorot yang tajam
Atau alismu yang mengendur setiap aku menatapmu terlalu lama dan kemudian kamu bertanya, "Kenapa?"

Aku mencintai matamu yang terpejam ketika aku mengecupmu
Atau lesung pipit yang malu-malu
Atau raut muka yang berubah meringis ketika aku memelototimu

Aku mencintaimu. Ya, segala tentang kamu

Selasa, 18 September 2012

Kiriman dari Seorang Teman Baru

Beberapa hari yang lalu ketika sedang mengobrol dengan lelaki berkacamata bulat, seorang kurir pengantar paket mengetuk pintu rumah dan memberikan aku sebuah paket berbalut kertas cokelat. Di sana tertulis nama Cindy, sebagai pengirimnya.

------

Beberapa waktu yang lalu, seseorang yang gak aku kenal (dengan akun twitter @cindygile) me-mention di twitter, mengaku menyukai blogku dan twit-twitku. Aku senang karena ada yang menyukai apa-apa yang aku tulis.

Selang beberapa minggu setelah berkenalan via twitter, dia minta alamat lengkap, katanya ingin mengirimkan sebuah paket untukku. Aku merasa aneh dan bingung. Iya, aku merasa aneh diberi sebuah "hadiah" karena orang itu menyukai blogku, menyukai tulisan-tulisan yang sebenarnya tidak aku tulis untuk orang lain baca. Aku hanya menulis apa yang ingin aku tulis.

------

Setelah menerima paket kiriman dari Cindy, perasaan campur aduk. Antara gak percaya, aneh, dan senang. Tapi lebih banyak senangnya hehehe.

Terimakasih, Cindy yang sudah mau repot-repot mengirim baju cantik ini untukku. Ukurannya pas sekali, aku suka warnanya, aku suka bajunya!


Sekali lagi, terimakasih, Cindy! Semoga suatu hari kita bisa bertemu dan berbagi cerita tidak hanya lewat twitter/BBM lagi. *peluk dari jauh*

Jumat, 14 September 2012

Kamu dan Tentang Rasa Sayang Itu

"Zodiakmu apa?"

"Gemini. Kamu apa?"

"Libra. Timbangan. Kalau aku menaruh bumi dan segala isinya di satu sisi timbangan, dan menaruh rasa sayangku di sisi timbangan lain, aku rasa akan tetap lebih berat timbangan yang isinya rasa sayangku ke kamu."

"Gombal."

"Gak percaya? Tapi memang begitu. Aku sayang sama kamu."

"Aku juga."

"Kenapa kamu sayang sama aku?"
***

Kamu selalu menanyakan hal yang sama ketika kita bertemu, "Kenapa kamu menyayangi aku?". Dan aku selalu tidak punya jawaban. Aku memang tidak tahu kenapa. Mencintai kamu tidak perlu alasan, aku rasa. Karena jika alasan itu hilang, cintaku juga ikut hilang bersamanya, begitu?

Aku mencintaimu begitu saja, semua terjadi begitu saja.

Jika aku bisa memilih, mungkin aku akan memilih untuk tidak jatuh cinta kepada kamu, karena aku punya potensi untuk mencintaimu terus-menerus, dan aku tidak tahu bagaimana cara menghentikannya. Tapi sayangnya aku tidak bisa memilih. Kamu sudah membuatku terlanjur jatuh ke dalam lubang dan membuatku menikmati rasa sakit-rasa sakit yang ditimbulkan atas itu. Aku jadi malas merangkak keluar.

Konyol, ya? Memang. Kadang cinta itu tidak harus masuk akal, tidak harus logis.

Kamu mungkin benar, kamu sudah melakukan sulap sederhana terhadap aku. Sangat sederhana. Kamu bisa membuat aku jatuh cinta begitu saja tanpa melakukan banyak hal. Kamu pesulap yang handal.

*Hei, Gemini dan Libra itu cocok. Coba pikirkan. Libra punya dua sisi timbangan, Gemini punya dua sosok manusia. Aku rasa itu cocok. Kita cocok.

Senin, 10 September 2012

Sebuah Pertemuan


Aku, kamu dan dua cangkir kopi
Aku, kamu dan kata yang menari-nari
Aku, kamu dan debaran-debaran yang nyaris membuat mati

Senin, 03 September 2012

Suatu Pagi

Pagi itu aku sedang duduk di meja makan menghadap jendela sambil menikmati teguk demi teguk teh hangatku pagi itu. Dari meja makan, aku bisa melihat halaman rumah tante. Di sebelah pagar ada kandang angsa beserta angsanya yang kadang diam kadang berisik.

Lalu keanehan itu terjadi begitu saja....


Habis melihat kejadian itu aku diam sebentar kemudian ngakak. Pegawai toko roti tante itu membuat pagiku menyenangkan. Mungkin, aku memang harus sering bangun pagi siapa tahu besok-besok menemukan kejadian menggelikan lagi. Hahaha.

*Btw itu gambarnya pake pen tab langsung, memang beda dengan gambar pakai pensil di kertas. -__-"*

Minggu, 02 September 2012

Analogi Cinta dan Sepatu

Cowok itu kalau beli sepatu, mikirnya lamaaaa banget. Pertimbangin ini-itulah, cari yang lebih murah lah. Ujung-ujungnya gak jadi beli.

Cewek itu kalau lihat sepatu bagus, kepingin dan punya uang langsung dibeli. Tapi kalau lihat di tempat lain harganya lebih murah 5 ribu, nyesel.

Milih pasangan itu kayak beli sepatu. Kita gak mungkin beli sepatu yang kebesaran, atau kekecilan, 'kan? Kita pasti memilih sepatu yang pas dan nyaman dipakai. Sama dengan memilih pasangan, kalau gak pas dan nyaman di hati, buat apa dipaksakan?

Katanya sih cowok itu suka gak ambil pusing, tapi kadang cowok berpikir terlalu lama dalam mengambil keputusan, makanya cewek banyak yang ngerasa di-PHP-in. Pedekate lama, ditembak enggak. Ujung-ujungnya si cowok malah jadian sama cewek lain. ("⌣_⌣)/|

Katanya sih cewek itu berperasaan halus, tapi kadang-kadang gak berpikir jauh. Lebih utamain hati. Kalau suka ya suka, kalau gak ya enggak. Tapi kalau sudah suka, kadang bisa ngelakuin hal-hal diluar akal sehat (?). Makanya, kalau harapannya sudah dipatahkan, cewek bisa hancur berkeping-keping karena apa-apa pakai hati.

Ini sebenernya ngomongin apa sih? Intinya apa?! (۳'O')۳

Gak tau.

Eh ada taksi. WOI BANG! TAKSI! ( ‾O‾)/

*ditendang abang taksi*

Sabtu, 01 September 2012

Mama

Aku tahu mama bisa menulis, meski ia tidak pernah katakan padaku
Padahal aku pernah membaca catatan perjalan naik haji-nya, membacanya membuatku serasa ikut bersamanya di sana
Ia punya bakat yang hebat untuk memintal kata-kata kemudian membuatnya menjadi indah, seperti menari-nari di atas kertas ketika aku membacanya

Aku tahu mama bisa menggambar, meski ia berkali-kali katakan, menggambar bebek saja ia tak bisa.
Padahal aku pernah melihat gambar seorang ibu menggendong anaknya dengan suami di sampingnya ada dalam kertas presentasi mama ketika aku masih kecil. Aku ingat betul, aku tahu ia yang membuatnya.