Selasa, 29 Maret 2011

Aku merindukanmu, wahai malaikat tak bersayapku...

Apa kabarmu hari ini wahai malaikat tak bersayapku?

Aku merindukanmu, sungguh.
Aku rindu mata teduhmu ketika menatapku.
Aku rindu senyum ikhlasmu yang selalu kamu sunggingkan ketika kita bertemu.
Aku rindu lambaian tanganmu ketika aku berkunjung menemuimu.
Aku rindu tawamu yang khas, yang menenggelamkan kedua matamu.
Dan aku rindu semua kata-kata bijakmu.

Aku merindukanmu, sungguh.
Terlalu banyak hal yang aku lewatkan dan tidak kamu dengarkan selama setahun ini.
Tidak ada teman berbagi sebijak kamu, dan tidak ada teman berdiskusi sesabar kamu.

Apa kabarmu hari ini wahai malaikat tak bersayapku?

Antara Cinta, Luka, dan Air Mata

Aku sebut itu luka.
Sesuatu yang membakas dan tak terlihat, di sini. Di hatiku.

Aku sebut itu air mata.
Butiran2 air asin yang terkadang muncul ketika kedaan yang kita sebut sedih itu berkunjung.

Aku sebut itu cinta.
Perpaduan antara luka dan air mata.

Minggu, 20 Maret 2011

Supermoon!

Supermoon adalah fenomena ketika Bulan tampak lebih besar dari biasanya akibat kedekatannya dengan Bumi. Bulan akan tampak 7 persen lebih besar dari biasanya.

Tadi malem harusnya bisa lihat Supermoon, tapi dari sore Jogja ujan sampai jam 10 malem (kalo gak salah). Ketika hujan reda, unfortunately aku malah ketiduran, dan tiba2 kebangun jam 4 subuh karena serangan maag dadakan *sigh* :'(

Tapi nih ya, di twitter malah banyak yang nge-share foto supermoon FAKE! Entah apa motivasi mereka nge-share foto2 itu. Dan ini salah dua foto fake yang aku temukan di twitter:



AWARD


Big thanks to Kak Indi :))

Kamis, 17 Maret 2011

Menjadi bahagia adalah...

Menjadi bahagia adalah ketika bisa duduk di sampingmu.
Bukan, bukan duduk di pelaminan bersamamu.
Hanya duduk bersebelahan lalu mengobrol ringan.
Entah membicarakan tentang anakmu, atau tentang tunanganku kelak. Itu saja.

Selasa, 15 Maret 2011

Antara "Waktu Aku sama Mika" dan "Karena Cinta Itu Sempurna"

Waktu Aku sama Mika dan Karena Cinta Itu Sempurna adalah salah dua buku terbaik yang pernah aku baca. Dua buku ini karangan Kak Indi, seorang scolioser, sama seperti aku.


Awal nemuin buku Waktu Aku sama Mika ini di rak komik2 di toko buku beberapa tahun yang lalu. Aku tertarik ketika baca sinopsisnya di cover belakang. Awalnya sama sekali gak tahu kalau yang nulis ini penyandang scolioser, sama seperti aku. Aku pikir novel ini bercerita tentang gadis yang memiliki pacar seorang pengidap AIDS, ternyata bukan cuma itu. Ketika sudah membaca novelnya, aku menemukan banyak sekali kejutan2 yang tidak diduga di dalamnya.

Novel ini ditulis dengan gaya penulisan sederhana, berbentuk kumpulan2 tulisan di diary. Tapi dengan gaya bahasa sederhananya, Kak Indi bisa menyampaikan sesuatu yang luar biasa.

Di setiap kata2 yang aku baca di novel itu, aku seperti tersihir dan seolah ikut masuk ke dalam cerita, ikut merasakan apa yang Kak Indi rasakan (mungkin karena aku juga seorang scolioser). Gak jarang aku menitikkan air mata karena sedih dan terharu atau bahkan tersenyum di saat yang bersamaan. Benar2 mengaduk2 perasaan yang membacanya! :')

Novel ini sempat digilir sama teman2ku untuk beberapa waktu. Teman sekelas dan yang gak sekelas. Dari yang awalnya masih mulus, sampai beberapa halamannya terlipat2 dan keadaan cover yang mulai gak mulus lagi. Agak sedih sih, tapi gak papa. Beberapa teman yang sudah membaca novel itu berkomentar, novel ini bagus dan sangat mengharukan :)


Novel keduanya, Karena Cinta Itu Sempurna, aku beli beberapa hari yang lalu di toko buku di Jogja dan stoknya ternyata sisa tiga lho! Novel ini hadir dengan gaya bahasa yang sama, sederhana. Tapi tetap bisa mengaduk2 perasaan yang membacanya. Salut buat Kak Indi yang menyihir buku "kecil"nya menjadi sesuatu yang "besar".

Jangan lupa beli bukunya segera di toko buku kesayangan kalian ya!
Salam blogger! :D