Kamis, 15 Januari 2015

Review Film Hijab


Jenis Film : Drama
Produser : Hanung Bramantyo, Zaskia Adya Mecca, Haykal Kamil
Produksi : Dapur Film
Sutradara : Hanung Bramantyo
Cast: Carissa Puteri, Zaskia Adya Mecca, Tika Bravani,
Natasha Rizky, Nino Fernandez, Mike Lucock,
Ananda Omesh, Diyon Wiyoko



Film ini bercerita tentang empat orang sahabat (Sari, Anin, Bia dan Tata) tiga diantaranya--Sari, Bia dan Tata adalah wanita berhijab dengan gayanya masing-masing. Sari dengan hijab Syar'i-nya, Bia dengan hijabnya yang kekinian dan fashionable, Tata dengan turbannya yang tidak pernah lepas, sedangkan Anin tidak mengenakan hijab. Masing-masing di antara mereka punya cerita sendiri-sendiri dibalik hijab mereka, cerita bagaimana mereka memulai memutuskan untuk berhijab. Ada yang karena 'terjebak', karena untuk menutupi rambutnya yang botak, atau karena ingin mematuhi suami.

Suatu hari empat sahabat ini mencetuskan ide untuk membuat suatu usaha baju berbasis online agar mereka punya penghasilan sendiri, tidak melulu menunggu uang dari suami. Akhirnya mereka mulai membangun usaha ini tanpa sepengetahuan suami mereka, tapi ternyata respon pasar sangat bagus, mereka punya omzet yang besar sampai-sampai kewalahan. Saat suami-suami mereka tahu mereka punya usaha sendiri, ada yang marah, ada yang suaminya gak pulang ke rumah, ada yang anaknya sampai gak keurus dan harus dirawat di rumah sakit. Mereka dihadapkan sama pilihan antara melanjutkan usaha atau memilih keluarga.

Menurut aku film ini fresh banget, aku suka artistik di setiap sudut ruangan di film ini, sangat kekinian dan manisssss banget. Grafis di bagian awal film pun aku suka banget, pemilihan warna dan fontnya sama sekali gak norak. Oh iya, soundtracknya juga bagus, aku sampai sempat menangis ketika adegan mengharukan yang diiringi dengan soundtracknya.
(Pssst, aku meneteskan air mata juga saat adegan Sari, Bia dan Tata dilamar, entahlah mungkin karena momen ini sakral banget dan aku membayangkan kalau suatu hari dilamar bagaimana rasanya.)

Yang aku juga suka di film ini adalah, film ini sama sekali tidak memperdebatkan tentang siapa yang paling benar mengenakan hijab, sama sekali tidak menjastifikasi sesama sahabat meski cara berhijab mereka gak ada yang sama, bahkan ada satu tokoh (Anin) yang tidak mengenakan hijab.

Film ini juga gak cuma bisa ditonton sama cewek-cewek berhijab, kok. Gak cuma bisa ditonton sama orang islam, kok. Banyak banget pelajaran yang bisa kita ambil dalam film ini. Apalagi beberapa adegan dan tokoh dalam film ini memang benar-benar ada, jadi terasa sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Dan benar kata Kak Zaskia, film ini benar-benar mewakili perempuan berhijab zaman sekarang. Gak seperti film-film tentang hijabers yang selama ini beredar. Hehehe.


Dan alhamdulillah tadi anak-anak IHB diundang untuk menghadiri Meet n Greet sekaligus nonton bareng film Hijab di Ambarukmo Plaza Jogja. Tempatnya penuuuuuh banget. Dan menyenangkan sekali mendengar kak Zaskia bercerita tentang proses pembuatan film ini, orangnya sangat ramah dan gak sombong. Benar-benar friendly dan dia gak keliahatan seperti ibu beranak dua hihihi, abisnya cantik banget, sih. :p






Jadiiii, ayo ke bioskop nonton Film Hijab, apresiasi karya anak-anak bangsa, ya!

Rabu, 14 Januari 2015

7 Hal Paling Menyebalkan dari Online Shop di Instagram Versi Asa



1. Spam Dengan Komentar Gak Penting

"Cek IG kita kakaaaak, ada tas lucu, sepatu lucu, cowok lucu, dedek lucu, kakak lucu."
Menurut aku, hal kayak gini gak perlu dilakukan. Spam komentar di foto orang, istilahnya jadi seperti ngiklan gratis di akun orang. Mengganggu pula.



2. Akun Instagram Di-Protect

Akun Instagram diprotect  alias digembok alias gak bisa dilihat kalau gak follow.Udah spam komen, pas di-visit instagramnya diprotect. Ini mau jualan, atau mau banyak-banyakan nambahin followers sih? :(
Karena hal kayak gini menyebalkan buat aku, kadang kadang aku follow, lihat lihat sebentar terus aku unfollow lagi dan gak akan pernah follow lagi selamanya. Mang enak :p



3. Shoutout of Shoutout Atau Biasa Disebut dengan SFS

Awal mulanya, aku juga gak paham sama SFS ini, artinya apaan. Ternyata bahasa ringannya, SFS ini ngiklanin online shop lain di akun online shop milik kita. Tapi, syaratnya harus timbal balik, jadi ketika OS si A mempromosikan barang dagangan OS si B, maka si A juga harus mempromosikan OS si B dalam waktu yang bersamaan. Mereka pun punya peraturan masing-masing ternyata. Ada yang foto dagangan orang lain dipertahankan sampai satu hari, dua hari, bahkan hanya ada yang satu jam saja. Eh, kalau uploadnya gak barengan (misal ada yang telat) didenda dengan gak boleh menghapus foto dagangan orang sampai beberapa jam kedepan (biasanya sudah deal dengan denda dari awal)

Aku juga punya online shop, tapi karena aku juga sering belanja online, sebagai pelanggan, aku merasa terganggu kalau follow online shop yang suka mempromosikan dagangan orang lain. Kalau cuma satu gak masalah, ini biasanya ada 20 foto barang online shop lain dalam satu jam yang berkeliaran di home instagramku. Alasan mereka ngelakuin SFS? Entah, mungkin biar penjualan naik. Menurutku, rezeki itu sudah ada yang atur. Tidak perlu memaksakan diri apalagi dengan merugikan dan membuat orang lain tidak nyaman. Berusahalah semampumu, lakukan yang terbaik untuk online shopmu, niscaya rezeki akan datang.

Ada beberapa online shop yang aku kecewa banget sama mereka. Tadinya gak pernah SFS tiba-tiba ikut SFS dengan brutal. Brutal. BRUTAL.


4. Suka Black List Pelanggan.

Tahukan kalau pelanggan adalah 'raja'? Kalau di instagram sekarang sih gak ada istilah gitu kayaknya. Istilahnya sekarang, yang jualan yang raja hehehe.

Sering sekali lihat ada akun online shop di instagram yang nulis "Hit and Run=Black List" maksudnya adalah kalau sudah banyak tanya tapi gak beli, bakal di-black list atau enggak dilayani lagi. Emmm, coba kamu bayangkan kamu punya toko, ada satu orang datang ke tokomu, tanya barang daganganmu, lalu dia menimbang-nimbang dan gak memutuskan untuk beli dan pulang. Besok harinya dia datang lagi dan kamu bilang ke dia, kalau tokomu tidak akan melayani dia lagi karena kemarin hanya tanya-tanya. Logis? Enggak.

Bahkan Iby pernah cerita, dia ngechat salah satu online shop yang jual kosmetik, setelah tanya banyak hal, iby memutuskan buat mikir lagi beli kosmetiknya. Alhasil chat terakhir dari penjual itu hanya di-read sama iby. Tapi besok harinya, si penjual langsung chat lagi, "kok cuma di-read chatnya?"Ini penjual macam apa? Dengar ceritanya saja rasanya kesal. Rrrrrr.


5. Hanya Melayani Chat dari Pelanggan yang Sesuai Format Order

(misal format order seperti ini: isi nama, jumlah pesanan, alamat, mau transfer ke bank apa) tanpa menyertakan bahan atau keterangan lebih lanjut tentang barangan dagangannya di foto.Kalau begitu apa iya kita langsung bisa beli? Setiap pelanggan kadang harus tanya dulu 'kan? Masa gak boleh? Masa tiba2 langsung ngomong mau beli aja?


6. Gak Ngasih Resi Kecuali Barang Gak Sampai Setelah 3 Hari.

Ini maksudnya gimana? Resi adalah hak pelanggan, seberapa banyak pun kamu kirim barang, resi itu WAJIB hukumnya untuk dikasih ke pelanggan.

7. Mengupload Resi di Instagram.

Ini gak sopan banget menurutku. Bukan upload resi yang di foto lho ya, tapi benar-benar nomor resinya di-share. Memangnya, pelanggan selalu harus pantengin Instagram Online shop tertentu untuk tahu resinya? Memangnya serepot apa sih memberitahukan resi kepada pelanggan secara personal?


Tujuh hal di atas itu pernah aku alami, bukan hanya saat belanja online, tapi beberapa pemilik akun online shop yang aku kenal juga sering seperti itu, dan menurutku sangat menyebalkan (Ini menurutku sih, gak tahu kalau menurut orang lain). Aku harap kalian yang membaca ini, jika suatu hari punya Online Shop dan bikin akun di Instagram, jangan begini yaaaa, jadilah penjual yang menyenangkan. Jadi ambisius untuk dapat banyak uang boleh, tapi jangan sampai mengganggu orang lain. Jadilah penjual yang sopan dan melayani pelanggan dengan sangat baik. Jangan annoying dan menganggap hal-hal yang mengganggu pelanggan adalah hal yang wajar.

Kalau menurut kamu, hal menyebalkan lain dari online shop di Instagram, apa? :)

Kamis, 08 Januari 2015

'Kenalan' sama Indonesian Hijab Blogger

Horeee akhirnya sempat memposting tulisan ini setelah berminggu-minggu (lebay banget).
Jadi tanggal 20 Desember kemarin, aku menghadiri meet up bersama anak-anak Indonesian Hijab Blogger. Sebenernya aku juga baru denger IHB waktu ditag sama Echa tentang acaranya itu, tertarik buat ikutan lalu daftar.

Hari itu Jogja diguyur hujan merata dari selatan sampai utara, tapi itu sama sekali gak menghalangi kami buat hadir di lokasi. Kak Indah awalnya menjelaskan apa itu IHB, awal kemunculannya, dilanjutin sama perkenalan masing-masing orang. Ternyata acaranya asik, di sana kami banyak sharing tentang pengalaman blogging selama ini. Yang dateng juga profilnya beda-beda semua. Ada yang blognya memang membahas soal travelling, soal karya ilmiah, soal fashion dan masih banyak. Dan alhamdulillah, Sampan Mimpi diberi kesempatan untuk memberi sponsor acara ini. Ada sesi games dan yang menjawab pertanyaan pada games ini dapet goodie bag dari Sampan Mimpi. :D

Aku harap dengan adanya pertemuan ini, kami yang ikut di dalamnya bisa tambah rajin ngeblog dan menulis lagi (kalau memang yang sebelumnya diserang kemalasan yang besar untuk menulis panjang), dan semoga banyak hal yang bisa didapat dari pertemuan selanjutnya. Mungkin bisa bikin kegiatan bareng yang berguna bagi orang banyak atau hal-hal menyenangkan lain. :)





Ini dia yang dapet goodie bag dari Sampan Mimpi
(Kak Prima, Kak Jiun dan Kak Rida)