Minggu, 20 November 2016

Memberi Jeda

Pernahkah kamu merasa begitu skeptis soal cinta? Setelah apa yang sudah aku lalui, membuat aku sulit menerima orang baru dalam hidupku, membuatku sulit percaya pada laki-laki yang menawarkan janji-janji.
Ketika ada yang mengatakan padaku, "Asa, aku sayang sama kamu." Yang ada di pikiranku adalah, "Ah, paling-paling, beberapa tahun lagi, dia akan meninggalkan aku karena alasan 'kita kurang cocok'"

Manusia hanya bisa berjanji, menguntai kata-kata manis, tapi Tuhan bisa membalikkan begitu saja. Sekarang aku paham, kenapa Islam mengajarkan kita untuk tidak pacaran. Islam mengajarkan kita untuk menjaga hati kita sendiri, menjaga diri sendiri dari jatuh yang paling sakit.

Aku pernah jadi manusia paling melankolis soal cinta, mencintai seseorang dengan sangat besar, tidak bisa mengontrol sayang yang aku beri, kemudian apa? Ketika harus berpisah, aku hancur berkeping-keping, karena aku menggantungkan hatiku pada manusia yang kurang tepat. Hahaha, lucu.

Seseorang pernah mengatakan padaku, "Asa, berjanjilah kamu tidak akan menutup hati untuk laki-laki lain, percaya saja bahwa laki-laki tak semuanya sama. Berjanjilah untuk terus percaya." Iya, aku percaya, tak semua laki-laki sama. Aku hanya ingin memberi jeda pada diriku sendiri, memberi jeda pada cinta, memberi jeda pada hubungan dengan laki-laki, memberi jeda hatiku untuk pulih kembali. Aku yakin, hatiku akan pulih dengan sendirinya, tanpa bantuan laki-laki lain, karena aku adalah perempuan kuat, aku tidak butuh orang lain untuk menyembuhkan luka, aku punya orang tua hebat dan sahabat-sahabat luar biasa yang selalu menjadi obat.

Aku merasa menjadi perempuan paling egois sedunia, karena mengabaikan laki-laki yang berusaha mendekat, aku bahkan tak tahu, berapa hati yang kupatahkan setelahnya.

Jadi, kalau ada pria serius, langsung nikah saja, begitu? Eh.



Hashtag #JombloSampaiHalal