Senin, 30 Maret 2015

Dare To Be A Great Illustrator


Assalamualaikum, kalau ada yang bertanya tentang inspirasi profesi, aku akan menjawab: Menjadi ilustrator yang handal!
Apa sih ilustrator itu? Ngapain aja sih kerjaan ilustrator?
Ilustrator itu adalah orang yang bekerja dan dibayar karena gambarnya. Menggambar ilustrasi yang ada di majalah, menggambar ilustrasi yang ada di cover novel, mendesain web agar terlihat lebih menarik. Fungsi ilustrator adalah menjadikan segala hal yang disentuh menjadi lebih indah.

Kalau yang belum mengikuti blogku, let me tell you, aku adalah mahasiswi akhir (akhir banget) jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual) di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Banyak yang gak tahu apa itu ISI. Percakapan dengan orang asing tentang di mana aku kuliah selalu berjalan seperti ini;
"Kuliah ya di Jogja? Di mana? UGM?"
"Bukan, di ISI."
"Apa tuh ISI?"
"Institut Seni Indonesia"
"Oh, baru denger. Swasta ya?"
"Negeri."
"O.... Ambil jurusan apa?"
"Desain."
"Wah, desain baju ya?"
"Desain Komunikasi Visual, gambar-gambar gitu."
"Oh, ada kuliahnya juga ya kalo kayak gitu?"

Hihihihihi...
Aku adalah anak yang lahir dengan otak kanan yang lebih menonjol dari otak kiri. Kalau ditanya cita-citaku apa saat kecil dulu, aku pernah mengatakan pengin jadi arsitek, atau sutradara, tidak pernah terpikir untuk menjadi dokter seperti kebanyakan anak lain waktu itu. Hihihihi...

Waktu SMA, nilai-nilaiku cukup memenuhi syarat untuk masuk ke jurusan IPA, jurusan di mana semua orang berkata bahwa orang-orang yang masuk IPA adalah orang-orang terpintar di sekolah. Siapa sih yang memulai barometer ini? Hehehe. Walau sebenarnya aku pengin banget masuk jurusan Bahasa waktu itu, tapi Papa dan Mama menyarankan agar aku masuk IPA saja, biar kalau mau kuliah di mana-mana bisa mudah menyesuaikan. Oke, akhirnya aku masuk IPA.  Masa-masa menjadi anak IPA aku jalani dengan sangat berat (ah lebay) karena aku merasa, I am not belong here. Pelajaran yang aku tunggu-tunggu hanyalah Bahasa Inggris dan Kesenian, dan Matematika (iya, aku sedikit suka Matematika, sedikit saja lho yaa :p)

Kemudian setelah lulus, aku meminta kepada Papa dan Mama untuk membebaskan aku memilih jurusan apapun yang aku inginkan, mereka setuju asal aku punya tanggung jawab terhadap itu. Aku jatuh cinta dengan jurusan DKV setelah browsing sana-sini, dan memilih ISI untuk jadi universitasku.

Setelah masuk ISI, aku benar-benar menemukan "habitatku" aku jadi merasa gak sendirian lagi, karena waktu sekolah dulu, aku merasa sangat bosan dan setress harus belajar eksak, tapi teman-temanku terlihat biasa saja, aku pikir aku adalah orang yang aneh, ternyata di ISI, aku menemukan orang-orang yang serupa denganku. :")

Aku mulai jatuh cinta setiap hari dengan jurusan yang aku jalani sekarang. Selama kuliah, aku gak pernah ngerasa sedang kuliah, aku merasa sedang bermain-main karena semua yang aku lakukan tidak pernah terasa menjadi beban. Hehehehe :D

Kegiatan menyenangkan selama perkuliahan
Ikut pameran pertama kali, tahun 2010


Kuliah Fotografi, belajar mem-foto dengan sentuhan estetika


Mata kuliah ilustrasi, menggambar terus, senangnya :)


Pelan-pelan aku mulai menawarkan diri ke orang-orang untuk memakai desain atau gambarku. Alhamdulillah beberapa dapat respon baik, ada yang dibayar dengan senyuman, dibayar dengan terimakasih, tapi ada juga yang dibayar dengan uang beneran. Rasanya senaaaaaaaaaang sekali mendapat penghasilan dari hal yang kamu kerjakan, di mana hal itu sangat-sangat kamu sukai.
Dua novel yang aku berhasil diterbitkan menggunakan ilustrasiku:

Homeless Bird, novel terjemahan asal India,
bisa didapatkan di Toko Buku terdekat. :)

7 Warna 1 Kehidupan karya Pandu Wijaya
bisa didapatkan di nulisbuku.com

Eits, tapi ada dukanya juga lho, kadang-kadang mencari ide itu sangat sulit, menciptakan mood untuk menggambar atau mendesain juga gak gampang. Kadang-kadang kita harus kejar-kejaran sama deadline, itu yang menyebabkan banyak desainer dan ilustrator jam tidurnya kurang karena kebanyakan begadang. Belum lagi ketika kita dapet job, dan revisinya banyaaaak sekali, yang tadinya kita sudah oke sama konsep A, klien sukanya konsep lain (yang kadang-kadang bertentangan sama kita hihihi). Aku merasa sangat senang ketika dapet klien yang begini, "Aku pengin bikin cover novel, konsepnya blablabla, sepenuhnya aku serahkan ke kamu sebagai ilustratornya." kalau begini rasanya pengin nari-nari keliling Malioboro.

Oh iya, menjadi ilustrator freelance dapat menentukan jam kerja sendiri, tidak perlu kerja di kantor, bisa dikerjakan di rumah dan ketika aku nanti sudah jadi seorang ibu, menjadi ilustrator freelance tentu pilihan yang tepat karena tetap bisa menjaga anak-anak di rumah.

Saat ini aku juga sedang bekerja menjadi ilustrator di tempat usahaku sendiri, aku menggambar karakter orang-orang di berbagai media, tidak hanya di komputer atau di atas cover novel. Dan aku dapat penghasilan dari situ hehehe senang sekali.



Tulisan ini diikutserakan dalam IHB March Blog Post Challenge. Ayo share juga profesi impianmu, baca syarat dan ketentuannya di sini ya! 


Jumat, 06 Maret 2015

Masa-masa Kebangkitan Kaum-Kaum Beralis Tebal

Hai....
Jadi gimana, kalian udah beli pensil alis dan membentuk alis sedemikian rupa? Hihihihi.
Gak ada yang salah dengan ingin telihat cantik dengan menebalkan alis, bahkan sekarang sudah ada sulam alis yang katanya bisa bikin alis bagus selama satu tahun. Tapi yang aku heran adalah, tren ini membuat wajah cewek-cewek jadi terlihat tidak wajar dan tidak alamiah.

Dulu, aku sering banget diolok-olok karena alisku yang tebal dan nyaris nyambung. Rata-rata mereka bilang geli lihatnya (aku yang punya aja biasa aja kok :p) tapi sekarang semua pada gambar alis biar nampak tebal.



Eeeeh, maksudnya bukan alis yang kayak gini....

Pernah lihat kan, mbak-mbak yang pensil alisnya tebel banget dan kalau keringetan kelunturan?
Nah, itu maksudku yang gak kelihatan alamiah. Bahkan teman-teman seumuran aku udah ada yang menggambar alisnya tebel banget. Padahal Tuhan sudah menciptakan alis setiap orang sesuai dengan proporsi wajah masing-masing. Tapi ya balik lagi ke orangnya, namanya cantik, bagus, itu kan relatif. Cuma aku lihatnya agak heran aja. Hehehehe.

Yaudah segitu aja dulu celotehannya (iya aku tahu ini singkat banget).
Berhubung aku lagi berusaha banget wisuda tahun ini, waktu untuk menulis blog jadi agak sedikit berkurang, agak sedikit lho, banyak malasnya. Huahaha.

Oh iya, beberapa waktu lalu, Kak Prima membuat review waktu mampir ke toko Sampan Mimpi.
Silakan dibawa reviewnya dan sempatkan berkunjung ke toko kami kalau di Jogja ya! Review Toko Sampan Mimpi