Jumat, 13 April 2018

Membuat Stempel / Cap dari Penghapus



Alat dan Bahan - Penghapus - Cutter - Pensil - Tinta pewarna makanan - Cat Akrilik (khusus untuk media kain)

Selamat menonton video dan selamat mencoba! :D

Senin, 09 April 2018

Main ke Ice Cream World Jogja

Jadi, Sabtu lalu, saya dan suami mampir ke Ice Cream World Jogja, alamatnya di jalan Solo, kalau dari Bandara Adi Sucipto lurus aja (ke arah Solo), nanti kiri tempatnya ada di kiri jalan. Atau kalian bisa search di Google Maps juga sudah ada kok.

Sebenarnya saya sering melewati Ice Cream World Jogja ini karena sering bolak balik Jogja-Salatiga, sempat nyeletuk ke mas Hamid ketika lewat di depan sana, "Ice Cream World Jogja? Tempat makan es krim ya ini? Kok desain dan catnya norak, Mas?" Hahaha please don't hate me. Waktu itu saya hanya lihat dari luar, saya tidak tahu rupanya itu adalah tempat wisata selfie. Akhirnya tahunya dari instagram.
Lalu saya mengajak mas Hamid untuk ke sana, dan dia dengan berat hati mengantar saya ke sana.

Harga tiket masuk ke sana 80.000/orang, sudah termasuk dapet es krim cup dua scoop. Tapi menurut saya, es krim di sana kurang oke, karena sebagai manusia yang sering mencoba es krim, buat saya, es krim mereka bikin batuk karena suhu es krimnya terlalu dingin, sedangkan cepat meleleh kalau dibiarkan agak lama. Bingung kan? Sama.

Untuk tempatnya sendiri tidak terlalu besar, hanya ada 10 spot yang bisa dipakai untuk berfoto. Selain spot foto, mereka menyediakan banyak properti foto seperti kacamata, wig, topeng, dan sebagainya. Pegawai-pegawai di sana juga ramah-ramah. Mereka bisa membantu untuk mengambil foto kita tanpa harus menambah biaya.

Waktu pertama kali masuk dan mengeluarkan kamera juga tripod yang kami bawa, salah satu pegawainya bertanya, "Mau liputan ya, Mbak?" Saya tertawa sambil menjawab, "Iya, Mas. Liputan buat blog saya."

Mungkin masnya heran, kenapa kami niat banget bawa kamera beneran dan sampai bawa tripod, karena ketika kami ke sana, pengunjung lain berfoto menggunakan smartphone mereka. Sebenarnya nggak kenapa-kenapa sih, tapi menurut saya, dengan bayar 80.000, kamu harus mendapatkan hasil foto terbaik, jadi bawalah kamera terbaik yang kamu punya. Hahaha.




















Kamera : Mirrorless Canon M10
Diedit dengan: VSCO

Udah, segitu saja reviewnya, semoga bermanfaat. Oh iya, pesan saya kepada teman-teman yang ingin berkunjung kemari, berusahalah menjaga properti di sana, jangan duduk di tempat yang tidak seharusnya diduduki, jangan mengambil paksa properti yang sudah dilem di meja. Ya kira-kira seperti itu. Meskipun kita sudah membayar, tidak berarti kita bisa bertingkah seenaknya, ya... :)



Minggu, 11 Maret 2018

How I Met My Husband


Jadi pertanyaan pertanyaan ini sudah pernah mampir di DM instagram saya.
So, I’m going to answer all of them. Oh iya sebelumnya saya akan menceritakan bagaimana pertama kali bertemu dan proses perkenalan kami, biar nyambung aja gitu yah hihihi.

Kalau kalian iseng membaca akun tumblr saya (yang situsnya sudah di-banned sama Menkom Info) kalian pasti tahu masa masa saya ketika sedang galau-galaunya setelah berpisah dengan seseorang yang sudah menemani saya selama 4 tahun, saya bahkan pernah menulis beberapa tulisan tentang ini di blog (mungkin statusnya sudah saya arsipkan, in case kalian tidak melihat postingan itu di blog ini. Haha, saya arsipkan karena saya malu, malu kalau harus galau terus masyarakat Indonesia membacanya).

So yea, kalau tidak salah pada bulan Agustus 2016 saya resmi jadi perempuan single yang paling patah hati satu kecamatan. It’s never been easy for me. Karena saya adalah orang yang agak susah jatuh cinta, dan agak susah menjadi orang yang ‘tidak bosenan’, melepaskan seseorang pergi dalam kehidupan saya setelah empat tahun bersama-sama. That was prety hard.

Setelah mulai bangkit dari mewek-mewek, saya sempat berdoa seperti ini di setiap akhir shalat saya, “Ya Allah, kalau patah hati ini adalah caramu untuk mempertemukan hamba dengan orang yang tepat, maka pertemukanlah segera. Dan Asa nggak ingin pacaran lagi, pengennya langsung dilamar aja Ya Allah.”


Kemudian setelah fase mewek-mewek berakhir, saya menjalani kehidupan normal seperti layaknya perempuan single; (ehem) didekati cowok-cowok. Hahaha please jangan bilang saya narsis atau lebay, tapi memang itu kenyataannya. LOL. 
Saya rasa mereka mendekati saya bukan karena wajah saya (ya karena kalian tahu kan saya mukanya biasa aja, cantik juga enggak, ya standart-standart saja), menurut penerawangan saya, para cowok-cowok ini mendekati saya karena saya ‘terlihat’ seperti perempuan mandiri yang memiliki bisnis. Kenapa sih saya jadi berpikiran gitu? Karena mereka mendekati dengan fase yang hampir sama, yaitu muji-muji saya dan bisnis yang sedang saya jalankan dengan lebay. For your information, saya tidak terlalu suka dipuji, karena pada dasarnya saya juga tidak terlalu suka memuji orang lain. Kalau saya kagum dengan personality atau kemampuan yang punyai seseorang, saya lebih suka berkata dalam hati saja, kayak di sinetron-sinetron itu lho.

Yah singkat cerita yang berusaha mendekati saya, orangnya unik-unik. Ada yang mau ke saya karena maksud tertentu, ada yang mau ke saya karena sudah mengincar sejak lama, ada yang 'nyepik' tapi ternyata udah punya cewek, ada yang gak punya cewek terus enak diajak ngobrol dan diskusi eh beda agama. Ada yang enak diajak ngobrol, sama-sama muslim, enak dilihat, eh dianya gak mau ke saya. Wkwkwkwk. Ya lord. Tapi diantara mereka semua ini nggak ada yang ngajak serius (baca: ngajak nikah).

Saya bukanlah orang yang percaya kita bisa menikah dengan orang yang tidak begitu kita kenal sebelumnya. Tapi sejak patah hati dan berdoa kepada Allah, saya yakin, pasti bisa. Tidak ada yang tidak mungkin.

Lalu saya bertemulah dengan satu orang sebut saja dia R, nah ini orang muslim juga, dulunya anak pesantren, baik, sayang ibu-bapak, pebisnis juga, dan ngajak nikah sebulan setelah kami kenal. Saya kemudian bilang ke Mama tentang dia, Mama bilang coba kenali dulu orangnya lebih jauh. Lalu saya mencoba terus menggali dirinya dari obrolan, dari bagaimana cara dia berpikir, dari bagaimana cara dia memandang sesuatu. Ada yang menurut saya tidak pas dengan prinsip hidup saya. R ini senang sekali membicarakan harta yang dia punya, senang sekali mengatakan kalau ingin menikahi saya dengan memberikan sejumlah uang yang bisa saya gunakan untuk apapun. Senang sekali berbicara kalau saya nanti jadi istrinya, apapun yang saya minta akan dia kasih. For your information againI’m not that girl kind of girl. Dari kecil saya tidak pernah diajarkan untuk gila harta, saya tidak pernah diajarkan untuk menilai atau mencintai orang lain dari seberapa pundi-pundi uang yang dia punya. Dan kemudian saya menyadari, saya tidak cocok untuk menjadi istrinya.

Masa-masa menjadi perempuan single berlanjut hingga Februari 2017. Tanggal 4 Februari 2017 adalah memontum bersejarah bagi saya karena hari itu adalah hari pertama saya bertemu dengan mas Hamid. Meski momentum bersejarah ini benar-benar tidak terekam di kepala saya. Jadi hari itu adalah hari menikahnya teman baik saya, Kak Falafu dengan Mas Fadli. Hari itu, saya dan Asuka menjadi penjaga buku tamu. Dan kata mas Hamid, dia adalah orang yang pertama kali mengambil souvenir dan mengajak saya becanda, padahal saya benar-benar tidak ingat sempat berbicara sama mas Hamid (serius, dia bahkan ‘tidak terlihat’ di mata saya. Wkwkwk maaf ya sayang). Mas Hamid bahkan orang yang pertama kali melihat saya turun dari mobil ketika sampai di lobby. See? Kayaknya Allah benar-benar sudah mengatur semuanya.

Nah dan saya baru sadar, ternyata mas Hamid adalah orang yang kak Falafu dan Mas Fadli ingin kenalkan ke saya sejak September 2016, tapi saya nggak mau karena saya sedang patah hati-patah hatinya. Dan ternyata pada saat yang sama, mas Hamid sedang taaruf dengan perempuan sebelum saya yang kemudian kandas di tengah jalan.

Mas Hamid kemudian follow instagram saya dan kami mengobrol via DM, tapi tidak sering, sesekali saja, itu juga cuma ngobrolin soal film Superhero. Hingga suatu hari dia minta nomer Whats App saya, (padahal dia bisa aja loh minta nomer saya ke Kak Falafu dari kemaren-kemaren, tapi ini mungkin adalah salah satu trik dia biar saya nggak ngerasa dia ngebet ke saya, mungkin dia sudah bisa membaca saya adalah orang yang gak suka sama orang yang terlalu ngebet.)

Saya dan mas Hamid jadi sering ngobrol di whats App. Satu lagi yang saya merasa tidak terganggu mengobrol dengan dia karena dia cuma ngajak ngobrol malam hari, ketika saya sudah tidak punya kesibukan dan punya waktu luang untuk berdiskusi. (Padahal ya karena dia juga cuma punya waktu luang malam hari haha). Dan juga, obrolan mas Hamid tidak menjurus gombal, tidak memuji-muji, obrolan kami lebih banyak berdiskusi mengenai hal yang kami suka dan kami geluti.

Oh ya sejak 4 Februari 2017 itu saya tidak ketemu dengan mas Hamid lagi, saya bahkan tahu wajahnya hanya dari instagram (yang waktu itu) foto muka yang ada dianya cuma satu atau dua foto. :/

Karena kak Falafu tau bahwa saya dan mas Hamid sering berkomunikasi, dia sering nge-ciye-ciye-in saya dan saya cum
a menimpali dengan “Apasi kak, aku gak suka sama dia, orangnya enak diajak ngobrol karena satu bahasan, suka superhero dan sama-sama lulusan DKV aja.” Saya ingat banget mengatakan hal ini pada kak Fa, yang justru tidak ditanggapi olehnya, dia malah menceritakan pribadi mas Hamid lebih detail (padahal saya gak nanya, lol).
“Kok kamu jadi kesannya kayak ngepromosiin mas Hamid gini sih kak?” Protes saya di tengah-tengah bahasan soal mas Hamid. “Ya siapa tahu aja.” Balasnya.

Lalu 14 April 2017, waktu itu tanggal merah, tidak ada angin tidak ada hujan, mas Hamid whats app di pagi-pagi buta, “Asa, hari ini ada acara nggak?”
“Enggak mas, studio libur juga, kenapa mas?”
“Aku mau ke Jogja, temenin nonton yuk.”

Dan akhirnya kami bertemu lagi setelah pertemuan pertama yang tidak pernah saya ingat di kepala. Malah menurut saya, ini adalah pertemuan pertama bagi saya. LOL LOL.
Kami nonton, makan dan banyak mengobrol. Tahu perasaan saya ketika bertemu dan ngobrol dengan mas Hamid? Biasa aja. I mean, saya sama sekali nggak deg-degan ketika nunggu dia dari Salatiga ke Jogja, saya nggak deg-degan ketika mengobrol panjang lebar sama dia. Saya merasa sangat sangat nyaman. Saya merasa mas Hamid adalah teman berdiskusi yang asik.

Selepas makan dan mengobrol, dia pamit pulang.


Iby, Asuka dan Aida udah ribut di grup whats app.
“Gimana rasanya ketemu sama mas Hamid, Sa?”
“Biasa aja, kok aku nggak deg degan ya?”

Lalu asuka mengirimi saya gambar di bawah ini dan membuat saya jadi banyak berpikir,




Saya bercerita kepada Mama tentang semua laki-laki yang berusaha mendekati saya sejak Agustus 2016 lalu, saya juga menceritakan tentang mas Hamid. Tapi saya bilang kepada Mama bahwa saya nggak tahu apakah mas Hamid ini senang kepada saya, apakah mas Hamid ini naksir sama saya, apakah mas Hamid ini sedang dalam misi untuk mendekati saya. Kata Mama, "Kalau memang dia suka dan serius, suruh ketemu Mama aja ya."

Oh ya, saya sempat cerita dan menanyakan hal ini ke Kak Fa, "Kak, mas Hamid tuh suka gak sih sama aku?" Lalu kak Fa menjawab, "Ya coba kamu pikir aja, Sa, jarak Jogja-Salatiga itu nggak deket loh." Tapi habis itu saya juga nggak memikirkan tentang jarak Jogja-Salatiga. Hahaha.

Seingat saya, tiga hari setelah kami bertemu, mas Hamid mengutarakan niatnya untuk serius, serius dalam arti ngajak nikah. Di dalam perkataannya, dia tidak menjanjikan apa-apa untuk saya.
Saya hanya menanggapi ajakan seriusnya dengan, "Kalau serius ketemu Mama Papa ya, Mas." dan mas Hamid mengiyakan. (Oh iya, for your informasi again and again, saya tidak tinggal satu rumah bahkan satu pulau dengan Mama Papa, saya di Jogja saat itu, Papa Mama tinggal di Kalimantan Selatan).

Sebelum proses bertemunya mas Hamid dan Mama Papa, saya dan mas Hamid mulai mengenal satu sama lain dengan menceritakan background hidup masing-masing, apa yang terjadi di kehidupan saya sebelum bertemu dengan mas Hamid, begitu juga sebaliknya. Setiap hari kami habiskan untuk mengenal satu sama lain, dari jarak jauh, balik layar ponsel kami masing-masing.

Singkat cerita, Juni 2017 mas Hamid menemui Mama dan Papa di Banjar, Papa dan Mama langsung setuju. Kenapa? Saya juga tidak tahu, mereka yakin saja kalau mas Hamid akan bertanggung jawab sepenuhnya akan saya jika saya menikah dengannya. Saya juga yakin bahwa mas Hamid adalah jawaban dari doa-doa saya terdahulu. Prinsip saya, jika Papa Mama setuju, maka saya akan menerima mas Hamid sepenuhnya. Jika mereka tidak setuju, maka saya akan mundur, karena saya yakin betul, restu orang tua adalah restu Allah. Setelah perserujan Papa dan Mama, kami disuruh menentukan tanggal pernikahan, besok harinya kami sudah fitting baju. Iya, secepat itu hahaha.

Hal yang paling membuat saya bersyukur terlahir di keluarga ini adalah ketika mas Hamid bertanya kepada Papa, "Pak, untuk acara seserahan bagaimana? Lalu untuk maharnya seperti apa?"
Papa dengan mantap menjawab, "Ah, seserahan itu kan hanya adat, dalam islam juga tidak ada, Saya dan Ibu (Mama maksudnya) tidak mau ada acara seserahan. Untuk mahar kami serahkan ke mas Hamid, tidak ada mahar minimal untuk melamar Asa. Kalian sudah saling suka, kalian sudah siap menikah, itu sudah sangat cukup bagi kami. Kalian ingin menyempurnakan agama, kami bantu dengan mempermudah proses-prosesnya."

Saya senyum-senyum kalau mengingat, saya dan mas Hamid sama-sama mengaku tidak punya tabungan banyak untuk menikah. Yang penting yakin, ikhtiar, nanti dibantu sama Allah, begitu yang kami yakini. Bahkan sampai sekarang.

Jika ditanya bagaimana tipsnya bisa begitu yakin menikah dengan seseorang yang baru saja saya kenal? Tipsnya: Banyakin berdoa, minta petunjuk, dan jangan lupa minta orangtua kita untuk mendokana juga. Udah itu saja. Setidaknya itu yang saya lakukan.
Sejak mas Hamid mengatakan ingin serius dengan saya, saya berdoa untuk dimudahkan jika memang berjodoh. Pada kenyataannya alhamdulillah segalanya dimudahkan oleh Allah.

Jika kalian tidak yakin dengan seseorang yang melamar kalian dengan tiba-tiba, kepala kalian penuh dengan pertanyaan,
"Aku kan nggak begitu kenal sama orang ini?"
"Apa orang ini akan menerima aku apa adanya?"
"Bagaimana kalau dia membosankan?"
"Bagaimana kalau aku membosankan untuknya?"

Teman-teman, ketika kalian mencari orang yang sempurna, kalian tidak akan berhasil, percayalah. Kalian tidak akan bisa berhenti pada satu orang saja, karena akan selalu ada yang lebih sempurna lagi dan lagi.
Ketika kalian berusaha untuk mencari seseorang yang benar-benar 100% mirip kepribadiannya dengan kalian, kalian tidak akan pernah menemukannya. Meskipun saya dan mas Hamid sama-sama bergerak dalam bidang desain, sama-sama ber-enterpreneur, sama-sama suka menggambar, bukan berarti semua hal dari kami itu sama, tidak. Saya punya banyak perbedaan dengan mas Hamid, banyak sekali, tapi dengan perbedaan itu kami bisa belajar untuk jadi manusia yang bisa menerima apapun kekurangan atau kelebihan dari masing-masing.

Saya juga berusaha untuk memperbaiki diri hari demi hari sebelum saya bertemu dengan mas Hamid. Kalau kita mau pasangan baik, mau mendapat suami atau istri yang orangnya baik, agamanya baik, maka kita juga harus memperbaiki dan memantaskan diri. Sepantas apa aku, berharap untuk mendapat pasangan yang paling baik yang bisa dipilihkan oleh Allah? Itu adalah pertanyaan yang saya tanyakan pada diri sendiri, hampir setiap hari.

Buat yang membaca post ini dan belum kunjung menikah, yakin dan percayalah bahwa Allah akan mempertemukan kita dengan jodoh kita di waktu yang benar-benar tepat. Tidak pernah terlambat, tidak pernah tertukar.


Semoga post ini berguna bagi yang membaca, bisa menginspirasi, bisa membantu teman-teman semua. Aamiin..
Salam kami, Asa dan Hamid, pasangan yang pacaran setelah menikah.

Selasa, 20 Februari 2018

DIY Membuat Tas Mudah Tanpa Dijahit


Video tutorial terbaru sudah diupload di channel Youtubenya Sampan Mimpi. Buat temen-temen yang penasaran gimana cara buatnya, monggo langsung tonton videonya atau klik di sini.
Jangan lupa untuk subscribe channelnya ya biar gak ketinggalan kalau ada video baru.

Semoga berguna dan selamat mempraktekka di rumah :D

Kamis, 18 Januari 2018

Nikah Murah di Bawah 45 Juta All In ala Asa dan Hamid

Hi everyone!
I'm back with new blog post, finally!
So, this blog post was requested by many people on Intstagram after I posted my wedding stories. Lots of DM I received, they were asking about my wedding vendors and how much money we've spent for that.
Before I start writing, I have to warn you, this is gonna be a looooong loong blog post, so brace your self, grab some popcorn or chips and enjoy the post!

There you go. Bismillahirrahmanirrahim...

Sebelum mas Hamid datang menemui Papa dan Mama, kami berkeinginan untuk menikah di Jogja karena pertama, biaya yang kami keluarkan tidak sebanyak kalau harus menikah di Banjar, meskipun keluarga Papa banyak yang ada di Banjar, tapi kami tetap berharap bisa melangsungkan pernikahan di Jogja, karena mas Hamid dan keluarga nya berasal dari Salatiga, keluarga Mama banyak yang ada di Jogja, teman-teman aku juga banyak di Jogja, juga karena aku sudah ber KTP Jogja.

Keinginan kami di-approve sama Papa Mama tanpa kami mengutarakannya lebih dahulu. Mereka langsung bilang aja, "Nikahnya di Jogja aja."

VENUE
Hal yang pertama kali kami lakukan adalah mencari venue atau tempat menikah. Seperti yang sudah aku post di instagram di sini tentang tema dan keinginan kami menikah, jatuhlah pilihan kami pada Lemah Ledok Garden Resto di Kalasan, Jogja. Untuk biaya terbilang cukup murah mereka menyediakan paket wedding mulai dari 9.9 juta rupiah. Aku dan mas Hamid memilih paket Wedding Lesmana 25.5 juta untuk 200 orang. Karena undangan kami tidak banyak, perkiraan tamu yang datang tidak sampai 300 orang, dan pihak dari Lemah Ledok menjamin bahwa paket Wedding Lesmana itu bisa meng-cover sampai 260 tamu. Maka kami tidak perlu menambah biaya untuk catering. Paket wedding yang disediakan Lemah Ledok bisa kalian lihat di sini.

Aku tahu, sulit untuk menyeleksi siapa-siapa saja yang akan kita undang, tapi aku dan mas Hamid benar-benar selektif memilih tamu undangan, undanganku dengan mas Hamid (teman-teman kami) tidak sampai 100 orang, sisanya keluarga dan teman dekat Papa dan Mama. We don't care about what people are going to say about our family because we didn't invite them to our wedding party. This moment is our special moment, this is our rules. Lol :p

Ini foto-foto sudut-sudut yang berhasil ditangkap kamera para fotografer kami.








Packet wedding 25.5 juta sudah termasuk apa saja? Kalau kalian klik web nya Lemah Ledok bisa tau dong, paketnya sudah termasuk tempat garden lucu, catering untuk 200 orang, dekorasi pelaminan dan tempat, buku tamu, sound system, entertaiment electone, ruang ganti tanpa AC. Paket ini bisa diupgrade misal mau memilih ruang ganti yang ber AC, tinggal tambah 300.000 saja. Lalu kami meminta upgrade band menjadi akustik.

Oke, jadi ini rinciannya : 25.500.000 + Upgrade ruang ganti AC 300.000 + Band akustik 1.000.000 + MC 1.000.000 = 27.800.000

Tambahan Dekorasi DIY


Foto di atas adalah pajangan yang aku dan mas Hamid buat sendiri. Kayu jati belanda atau nama kerennya pine wood yang menjadi sandaran lukisan itu kami beli total 70.000 kemudian dipaku-pakuin sama mas Hamid dan jadilah penyangga lukisan. Lalu, gambar yang aku buat tentunya gratis hahaha enaknya jadi ilustrator :p

Kain kanvas yang dipakai untuk ngeprint seluar 0.5 x 1 meter harganya 50.000. Biaya print dua buah lukisan itu 150.000. Terus kan lukisannya harus dispanram tuh, dikasih kayu di bagian belakang biar dia gak ewer-ewer gitu lho (ya know what I mean rite?) itu spanramnya dua buah lukisan 90.000.




Lalu, backdrop Photo Booth di atas juga kami buat sendiri, kali ini dilukis manual bukan printing hehehe. Harga kain kanvas 2 meter x 1.6 meter adalah 65.000. Cat lukisnya gratis karena kami hanya pakai yang sudah kami punya. Oh iya lukisan yang ini enggak dispanram, tapi disulap sama pihak Lemah Ledok jadi bisa berdiri tegak cantik manja begitu.


Yang ini tambahan, frame-frame lucu ini aku beli di Informa, satunya 17.000 rupiah. Printnya gratis, nebeng di printernya Sampan Mimpi hehehehe.

Kalau kanvas yang ini gratis, waktu itu nemu di rumah, kanvas kosong yang belum sempat digambarin apa-apa.

Jadi, rincian dekor ala-ala yang kami buat sendiri ini adalah sebagai berikut :
kayu 70.000 + kanvas 50.000 + Print kain 150.000 + biaya spanram 90.000 + Kanvas besar 65.000 + tiga frame 51.000 = 376.000

WEDDING DRESS






*Drum roll*
Sebenernya aku bingung harus mengetik apa di kolom harga wedding dress ini, karena eh karena....... Ini dibuatin sama sepupu Fahmi Refa, dan ketika ditanya harga, Ka Fahmi hanya menjawab, "Nanti aja." Sooooo, if you are curious about the price, please let him know. Langsung hubungi ka Fahmi aja yaa, oh iya, lokasi ka Fahmi di Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Atau, kalian bisa menyewa baju pernikahan, nggak perlu bikin sendiri kok. Rate persewaan baju nikah itu setelah aku cari tahu sekitar 300.000-1.000.000 tergantung jenis dan desain bajunya.

SEPATU


Aku menemukan sepatu cute ini di Cotton On Ambarukmo Plaza (setelah berkeliling kemana-mana mencari sepatu sneaker wedgesmerknya Rubi Shoes. Harga sepatu yang ada di labelnya 500.000, tapi karena waktu itu Cotton On baru buka, jadilah mereka ngadain diskonan hampir semua produknya, dan sepatu itu aku bayar setengah harga, 250.000.

Sedangkan sepatu mas Hamid, kami menemukannya di Payless Jogja City Mall dengan harga gak sampai 200.000, yah kita anggap saja itu 200.000 ya. Merk sepatunya Airwalk, bukan Converse yang semua orang pikir hehe, cuma modelnya aja yang persis.

Rincian sepatu kami = 450.000.


MAKE UP


Make up aku dari Heras MUA. Kenapa akhirnya memilih Hemmy untuk make up in aku? Karena aku suka make up dia itu gak berlebihan, dan soft aja gitu. Cucok kan?
Make up yang aku bayar 4.250.000 sudah termasuk make up dua kali (akad dan resepsi), soft lens dan flower crown. Oh iya yang dimake up bukan cuma aku kok, tapi Mama mama Ibu juga. Mungkin some of you berpikiran ini make up mahil juge ye, tapi ya biar hasil aja lah ya yang bicara. Selera make up aku pas sama apa yang sering Hemmy buat. I love the way she drew my eyebrows, I loved the way she put every single things on my face. My face was so perfect that day.

SOUVENIR
Salah satu keuntungan memiliki usaha merchandise adalah, ketika nikah, biaya souvenir bisa ditekan karena cukup membayar modalnya aja. :p





Aku bikin 300 pcs souvenir, karena memang pengin kasih satu orang satu, bukan satu undangan satu hehe. Kain yang dibutuhkan untuk 300pcs souvenir adalah kain jenis Satin Bridal 20 meter, kain Satin Bridal per meternya 35.000, jadi total kainnya 700.000.
Rit atau zipper aku beli 50 meter, per meternya 1200 rupiah, total zipper 75.000.
Kepala zippernya butuh 300 pcs, satu pcs harganya 500 rupiah, jadi total 150.000.
Printnya 2.500 per pouch, jadi total 750.000.
Desainnya gratis karena bikin sendiri hahahahahahaha.

Total semua biaya untuk souvenir 1.675.000.

Kalau kalian nggak punya usaha merchandise, kalian bisa berpikir untuk membuat souvenir sendiri agar lebih hemat, atau cari-cari orang yang jual souvenir dengan harga super terjangkau.

CINCIN DAN TEMPAT CINCIN

Setelah aku post di Instagram foto cincin ini, banyaaaak sekali yang DM menanyakan tentang harga dan pesannya di mana.


Pertama untuk tempat pemesanan, kami pesan cincin ini di pengrajin cincin di daerah Cempaka (Kalimantan Selatan), tepatnya di sekitaran lokasi pendulangan intan. Jauh ya? Iya hehehe. Soalnya kebetulan pas lagi mudik, dan kepikiran untuk sekalian bikin cincin di sana.
Tapi nggak perlu khawatir, kalian yang berada di luar pulau Kalimantan bisa tetap pesan cincin ini di kota kalian, di tempat pengrajin cincin juga. Karena semua pengrajin cincin pada dasarnya bisa membuat cincin dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan pesanan kita.

Untuk harga, ini rinciannya: Cincin 5.3 gram platina,  berlian 300.000 dan ongkos 550.000, kira-kira totalnya 2.350.000 untuk satu cincin. Tentunya, kalian bisa bikin cincin dengan budget lebih terjangkau. Oh iya, aku hanya buat satu cincin saja, mas Hamid tidak pakai cincin karena kepercayaan kami.


Kedua untuk tempat cincin lucu ini, aku menghabiskan tidak lebih dari 150.000. Miniatur Cinderella aku beli di Kids Station, dapat harga diskonan, 65.000, harga awal sekitar 120.000 an. Untuk hiasan bunga aku ambil bunga-bunga pajangan plastik yang aku punya di rumah. Lalu untuk kotak cincinnya aku beli di Tokopedia, silakan klik di sini untuk beli. Dulu pas aku beli harganya masih 45.000 Hahaha.

Jadi total untuk cincin dan tempat cincin = 2.350.000 + 65.000 + 45.000 = 2.460.000


FLOWER CROWN BRIDESMAIDS DAN BOUQUET BUNGA



Pesan flower crown para bridesmaids dan bouquet bunga yang aku pegang di Hanabira, kalau flower crownku itu gratisan dari MUA hehe. Hanabira pelayanannya oke banget, aku minta digojek-in jam 9, benar-benar jam 9 gak ngaret.
Harga flower crown per buah 50.000, lalu bouquet bungaku 150.000. Jadi rincian semua bunga-bungaan ini (50.000 x 3) + 150.000 = 300.000


WRAPPING MAHAR DAN SESERAHAN


Keranjang lucu berwarna pink ini aku beli di Kado Kitawrappingnya juga di sana, tapi hanya wrapping yang sebelah kiri (yang ada sepatunya), sedangkan mahar itu bungkus sendiri, terus nyesel kenapa nggak bungkus dua-duanya sendiri karena akan lebih hemat hahahaha.
Jadi aku beli keranjang plus ongkos wrappingnya itu sekitar 290.000 (If I am not mistaken, lol).

FOTOGRAFER DAN WEDDING VIDEO


Fotografer dan videografer yang kami pilih adalah teman mas Hamid, mas Ridho. Untuk harga Fotografi wedding tanpa cetak sama sekali 3.000.000, harga wedding clip adalah 3.500.000. Kenapa kami nggak mau cetak? Pertama tentunya kami pengin hemat, dan bingung aja gitu kalau dicetak ngapain, mending nanti fotonya dipilihin sendiri dan cetak sendiri.

Hasil Video Clip Wedding kami bisa dilihat di bawah ini: 


*   *   *

Nah itu semua vendor yang aku dan mas Hamid pakai dan printilan-printilan yang harus kami keluarkan untuk melengkapi pernikahan kami. Setelah ditotal sekitar 44.101.000, oh iya, ditambah biaya KUA 600.000 karena kami menikah di luar kantor KUA, kalau menikah di kantor KUA maka biaya menikah gratis.

Sudah ya segitu saja, capek cyin ngetik sebanyak dan sepanjang ini hehehe. Semoga informasi ini berguna buat yang pengin nikah, bisa menginspirasi banyak orang dan semoga bisa membawa manfaat bagi yang membaca. Dengan kerendahan hati, aku tidak bermaksud untuk pamer atau riya, aku menulis ini karena banyak sekali yang bertanya, dan berharap bisa berguna bagi banyak orang. :)

Oh iya, aku punya pesan buat para perempuan yang pengin menikah, buang jauh-jauh keinginan menikah ala princess agar orang lain terkesan, atau buang jauh-jauh perasaan 'malu' kalau harus mengadakan pernikahaan sederhana, karena yang menikah itu kalian, bukan orang lain. :)

Salam, Asa dan Hamid.