Jumat, 14 September 2012

Kamu dan Tentang Rasa Sayang Itu

"Zodiakmu apa?"

"Gemini. Kamu apa?"

"Libra. Timbangan. Kalau aku menaruh bumi dan segala isinya di satu sisi timbangan, dan menaruh rasa sayangku di sisi timbangan lain, aku rasa akan tetap lebih berat timbangan yang isinya rasa sayangku ke kamu."

"Gombal."

"Gak percaya? Tapi memang begitu. Aku sayang sama kamu."

"Aku juga."

"Kenapa kamu sayang sama aku?"
***

Kamu selalu menanyakan hal yang sama ketika kita bertemu, "Kenapa kamu menyayangi aku?". Dan aku selalu tidak punya jawaban. Aku memang tidak tahu kenapa. Mencintai kamu tidak perlu alasan, aku rasa. Karena jika alasan itu hilang, cintaku juga ikut hilang bersamanya, begitu?

Aku mencintaimu begitu saja, semua terjadi begitu saja.

Jika aku bisa memilih, mungkin aku akan memilih untuk tidak jatuh cinta kepada kamu, karena aku punya potensi untuk mencintaimu terus-menerus, dan aku tidak tahu bagaimana cara menghentikannya. Tapi sayangnya aku tidak bisa memilih. Kamu sudah membuatku terlanjur jatuh ke dalam lubang dan membuatku menikmati rasa sakit-rasa sakit yang ditimbulkan atas itu. Aku jadi malas merangkak keluar.

Konyol, ya? Memang. Kadang cinta itu tidak harus masuk akal, tidak harus logis.

Kamu mungkin benar, kamu sudah melakukan sulap sederhana terhadap aku. Sangat sederhana. Kamu bisa membuat aku jatuh cinta begitu saja tanpa melakukan banyak hal. Kamu pesulap yang handal.

*Hei, Gemini dan Libra itu cocok. Coba pikirkan. Libra punya dua sisi timbangan, Gemini punya dua sosok manusia. Aku rasa itu cocok. Kita cocok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian akan masuk moderasi dulu jika kalian komen di postingan lama. Maka jangan khawatir, komentar kalian pasti akan aku baca. :)