Minggu, 25 September 2011

Pacar, mana pacar?

"Kamu ndak pengen punya pacar po, Sa?" Tanya Iby kemarin malem. Aku cuma bales senyum-senyum doang.

Well, siapa yang gak mau punya pacar kalau lagi diposisi aku gini? I mean, sekarang lagi jauh sama orang tua, hidup nge-kos "sendirian". Di sekeliling kita, orang-orang pada pacaran. Kita kayak semut kecil di tengah-tengah kecoak. *analogi ngasal*

Ngerasa sepi sering banget. Juga masih sering ngerasa homesick. Semester awal ketika masih punya seseorang yang disebut pacar, gak ngerasa sesepi ini--ya walaupun LDR--tetap masih komunikasi dan berbagi cerita kapanpun, di manapun.

In my opinion, punya pacar itu bukan masalah mau atau enggak, bukan masalah laku atau enggak. Tapi masalah srek dan cocok atau enggak.

Beberapa waktu yang lalu banyak cowok-cowok yang seliweran di kehidupan aku *cailah* tapi buat memutuskan mereka jadi pacar itu gak segampang ngupil. Banyak hal yang harus dipikirkan matang-matang. Gak bisa seenaknya.
Bukannya pilih-pilih, kalau satu pihak ngerasa cocok tapi pihak yang lain enggak, buat apa dipaksakan untuk menjalin suatu hubungan? Nanti jadinya malah berantakan. Ya gak? Ya gak? *Yaelah Asa tumben ngomongnya seriusan* :P

Yaudah sih gitu aja, cuma mau menumpahkan isi hati *halah*
Kalau gak di blog di mana lagi, ya gak? :P

Akhir kata di postingan kali ini adalah:
Jadiiiiiii.... Yang namanya jomblo itu pilihan, bukan kutukan. Sekian dan terima mas ganteng. #eh

6 komentar:

Komentar kalian akan masuk moderasi dulu jika kalian komen di postingan lama. Maka jangan khawatir, komentar kalian pasti akan aku baca. :)