Rabu, 22 Juni 2011

Sebuah Puisi dari Seorang Teman Baru

Aku belajar
Mengartikanmu
Caramu menenggelamkan cahaya
Di matamu
Lalu mengajakku masuk ke dalamnya

Aku belajar
Menyelamimu
Jemarimu yang hangat menunjukkan arah
–"hai..."
–"apa?"


Izinkan aku membuatmu
Agar menjadi sesuatu
Yang mampu kupahami

Karena senyummu masih tertinggal di sini
Lantas, jika tidak, katakanlah
Bagaimana bisa
Kumelupakanmu?

Ah,
Kamu malah tertawa
Semakin sulit saja kumelupakan wajahmu
Dan merah itu,
Di tempat yang sama, saat pertama mataku menyapa matamu
Hasan

NB: butuh bermenit-menit mengartikan tulisanmu di bukuku, San. Tulisanmu itu, seperti tulisan seorang Dokter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian akan masuk moderasi dulu jika kalian komen di postingan lama. Maka jangan khawatir, komentar kalian pasti akan aku baca. :)