Minggu, 07 Februari 2010

Perut Buncit dan Hidung Merah

Mamah bilang semua anak kecil suka dia. Dia lucu, dia menghibur dan dia menyenangkan. Tapi enggak buat aku. Wajah cemong-cemongnya sangat menyedihkan, baju dengan warna tabrak larinya juga gak keren, ditambah lagi perutnya yang buncit, mulut lebar dan hidung merahnya membuat aku semakin membenci laki-laki itu.

Aku nggak tau jelas kenapa aku nggak menyukai dia dan bahkan bisa lari terbirit-birit ketika bertemu dengan sosoknya. Dia juga pernah membuat mukaku pucat pasi dan hampir pingsan ketika dia menyalamiku beberapa tahun yang lalu. Dia juga pernah membuat aku menangis kejer ketika aku masih berumur 6 tahun.

Aku nggak ngerti apa yang salah denganku, kenapa aku harus takut dengan sosoknya sementara teman-teman TK-ku selalu antusias ketika dia datang, mengerumininya, dan membuat antrian untuk foto bersamanya. Dan ketika saat itu datang, aku berdiri di pojok kelas dan meremas lengan guruku dengan kencang. Bahkan sampai sekarang aku selalu berteriak dan lari ketika dia menghampiriku.



Seberapa pun tampannya wajah aslinya, badut tetap menakutkan buat aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian akan masuk moderasi dulu jika kalian komen di postingan lama. Maka jangan khawatir, komentar kalian pasti akan aku baca. :)