Senin, 24 Agustus 2009

Aku Benci Jatuh Cinta

Aku benci ketika harus berharap dengan tak pasti.
Aku benci ketika harus mengartikan setiap kata yang terlontar dari mulutmu.
Aku benci ketika harus menunggu smsmu, memikirkan dengan keras kata-kata yang tepat untuk membalasnya.
Aku benci ketika tanganku terasa kaku saat mengetik balasan smsmu.
Aku benci ketika harus kecewa karena tak menemukan smsmu hari ini di ponselku.
Aku benci ketika terlihat gagu di hadapanmu.
Aku benci ketika mataku sulit terpejam pada malam hari karenamu.
Aku benci ketika detak jantungku jauh lebih cepat dari sebelumnya karena berhadapan denganmu.
Aku benci ketika aku merasakan ada yang berdesakan ingin keluar dari dalam dadaku.
Aku benci ketika kedua mata kita saling beradu.
Aku benci getaran itu.
Aku benci ketika harus menyematkan namamu disetiap doaku.
Aku benci ketika harus selalu bersembunyi dan mengintipmu dari jauh.
Aku benci ketika menjadi detektif tiba2, mencari2 informasi tentang kamu.
Aku benci ketika harus masuk ke dimensi lain, berangan2 tentang kamu, berharap dan terperangkap di dalamnya.
Aku benci ketika mendengar kamu mengucapkan kata terimakasih untukku.
Aku benci ketika lidah ini terasa kelu saat harus berbicara denganmu.
Aku benci ketika aku harus mengakui aku mencintaimu.
Aku benci semua itu.
Aku benci jatuh cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian akan masuk moderasi dulu jika kalian komen di postingan lama. Maka jangan khawatir, komentar kalian pasti akan aku baca. :)