Tuesday, April 16, 2013

Hello!


Untuk pengunjung blog ini, maaf kalau belum ada postingan terbaru di blog ini,
penghuni sedang sibuk-sibuknya dengan tugas kuliah dan lain-lain.
Sampai ketemu di postingan selanjutnya, ya.
Terimakasih sudah berkunjung!

Salam,
Asa.

Sunday, March 17, 2013

Cinta 3gp

Hai, haloooo...
Berhubung pembaca blog ini lebih sering disuguhi sesuatu yang sedikit serius-serius melulu, maka aku mau kasih lihat sesuatu yang mungkin bisa menghibur kalian. Walau cuma sedikit.

Video ini dibuat untuk memenuhi tugas harian mata kuliah Audio Visual, sebenarnya tugas ini dikumpulkan dalam bentuk mentah dan memang tidak boleh diedit, tapi karena aku rasa gak ada salahnya diedit dan dipublish di youtube (walaupun yang nonton juga dikit), maka aku mengeditnya dengan sangat sederhana sekali. Walaupun aku tidak pernah mengerti bagaimana cara mengedit video yang baik, aspek-aspek yang harus diperhatikan apa saja. Dan...... Apa ya? Ah, pokoknya ditonton saja, semoga menghibur!


Cast : Isti Beni Y, Bram Aryo, Antonius Ipur
Direct by : Aida Rahma
Storyboard : Antonius Ipur
Script : Asa Laily
Kameraman : Asa Laily
Kamera : Samsung Galaxy Tab P-1000


Nb : Sebelum ditegur, aku sadar kok ada typo di credit tittle-nya. Karena ini masih latihan, dimaafkan saja ya? :p

Monday, March 11, 2013

Wanita Paling Bahagia Setiap Pagi

Aku menjadi wanita paling bahagia sedunia, setiap pagi, kamu tahu? Aku jadi wanita paling bahagia ketika membangunkan kamu.

Gelembung-gelembung mimpimu telah pecah ketika aku menepuk pipimu dengan halus. Kau marah.

Matamu masih terpejam dan alismu mengerut, kau lalu menggerutu dengan ucapan-ucapan yang tidak begitu jelas. Kamu mengigau.

Kamu mengigau dengan menyebut-nyebut namaku. Lalu berkata "Aku sayang kamu" sambil setengah merengek. Kemudian beberapa detik setelahnya, kauminta aku merangkulmu.

Pagiku indah. Pagiku indah karena kamu mencintaiku bahkan dalam keadaan tidak sadar.

Aku mencintaimu ketika kamu terlelap sekalipun. Ketika kamu tidak benar-benar bisa aku sentuh..

Monday, February 25, 2013

Hai... Apa kabar?

Kalau blog ini bisa bicara, mungkin dia sudah protes karena aku sudah jarang bercerita di sini. Atau kalau dia kekasihku, dia sudah memutuskanku berhari-hari yang lalu karena aku tidak mengabarkan apa-apa dalam beberapa waktu terakhir.
Tapi untungnya, blog ini adalah pendengar yang baik. Ia tidak pernah protes sesering apa atau sejarang apa aku bercerita di sini. Ia tidak pernah menyanggah, tidak pernah protes, blog ini begitu ikhlas.

Ya. Blog ini begitu ikhlas. Seperti cintaku kepada kamu. Jika aku mencintaimu sebanyak 1000, aku meminta kamu menerimanya utuh, dan aku tidak meminta dibalas dengan volume yang sama. Karena cinta yang baik tidak pernah meminta balasan barang setetes peluh semut pun.

Kalian pernah mencintai pria dengan begitu dalam? Aku sedang. Aku mencintai seorang pria dengan hati yang besar. Dengan perangai yang baik. Dengan aksara-aksara yang tersimpan di balik matanya yang tajam. Pria dengan struktur tulang belakang yang begitu sempurna.

Kami punya begitu banyak impian, kami membangun mimpi-mimpi kami sendiri. Aku berharap suatu hari bisa mewujudkan mimpi-mimpi kami dan bisa menyandang namanya di belakang namaku. Ya. Aku hanya bisa berharap. Semua terserah Tuhan. Karena aku tahu, Tuhan selalu tahu hal-hal yang terbaik untuk umat-Nya.

Aku mencintainya hingga detik ini, hingga tulisan ini selesai ditulis, tanpa syarat, tanpa mengharap balasan apa-apa..

Monday, January 21, 2013

I Have a Dream


Beberapa waktu yang lalu mendapat kiriman sebuah buku I Have a Dream dari penulisnya langsung, mbak Fita Chakra --walaupun buku ini sempat bermalam beberapa hari di atas lemari tanpa aku tahu karena ternyata kiriman buku yang sudah sampai beberapa hari yang lalu ini diterima oleh mas Rendi, dan dia gak bilang kalau bukunya diletakkan di atas lemari ("⌣_⌣)/|

Kenapa kok Asa bisa dapat kiriman buku dari penulisnya langsung?

Jadi ceritanya begini, dulu kami (aku dan mbak Fita) berkenalan via facebook, dia bilang dia seorang penulis buku anak-anak dan parenting, mbak Fita juga scolioser, kami jadi sering mengobrol, dan suatu ketika dia memberi kabar bahwa bukunya sudah terbit dan mau kirim satu buat aku.


"Aku... Aku dulu malu dengan tubuhku. Bentuknya aneh, seperti berpunuk. Aku malu kalau semua orang melihatku," ujar Tari.
Ya, itu dulu. Meskipun Tari menderita skoliosis--sejenis kelainan pada tulang belakang, tapi Tari tidak ingin hidupnya terpuruk. Dia berusaha berpikir positif dan menjalani hari-harinya dengan ceria bersama Mila dan Felisha, sahabatnya. Bahkan, Tari berjuang keras untuk memenangkan Children Writing Contest agar mendapat hadiah uang untuk membeli alat penyangga tubuh sebagai bagian dari terapi sakitnya.
Berhasilkah Tari meraih mimpi-mimpinya? Bagaimana tari menghadapi Nadine, si sempurna yang selalu "menjegal" langkahnya?



Buku I Have a Dream ini bercerita tentang anak perempuan bernama Tari, seorang scolioser pantang menyerah dan punya mimpi menjadi seorang penulis. Buku ini mengajarkan banyak hal, tentang persahabatan, cinta seorang ibu, impian dan perjuangan dengan bahasa yang sederhana, tentu saja.


Menulis buku anak-anak tidaklah mudah, Mbak Fita sukses membuat aku merasa kembali seperti anak-anak ketika membaca cerita ini. Gaya bertutur bahasanya sangat sederhana, seperti cerita-pendek cerita pendek yang sering aku baca di majalah anak-anak dulu. Anak-anak butuh banyak bacaan seperti ini, aku rasa.

Buku ini sangat mengharukan--terutama karena mungkin aku juga mengalami beberapa hal yang sama seperti yang Tari alami.
Aku yakin, cerita Tari akan menjadi inspirasi banyak anak-anak di luar sana--terutama yang punya kekurangan-kekurangan tertentu seperti seorang scolioser, misalnya.
Sebuah kekurangan pada diri kita tidak akan menjadi penghalang untuk meraih mimpi-mimpi kita. Asal kita yakin, tetap semangat, dan tidak peduli apa yang orang lain lakukan untuk menjatuhkan kita. Harus beli dan baca bukunya!



Terima kasih, mbak Fita untuk kiriman bukunya, sukses selalu dan semoga suatu hari aku akan menyusulmu menjadi seorang penulis. Hehe amin.


Sunday, January 13, 2013

Salah Kicau, Bikin Kacau!


Tugas akhir DKV 3
Membuat poster tentang dampak negatif yang ditimbulkan dari media sosial


Kenapa memilih twitter sebenarnya sederhana, karena sekarang hampir semua orang menggunakan twitter.

"SALAH KICAU BIKIN KACAU" terinspirasi dari orang-orang yang diserang karena tweet-tweet yang di-posting dianggap tidak pantas.

Ada yang bilang, "Ngapain nge-tweet aja perlu hati-hati, emang mau nyebrang jalan?" Dih, beda kali hati-hatinya.

Semoga saja poster ini sudah cukup jelas menyampaikan pesan yang aku ingin sampaikan ke kalian.

Salam. :)

Friday, January 11, 2013

Mbah Kakung dan Kebaikan-kebaikan yang Ia Ajarkan

Mbah Kakung adalah sosok yang paling bersahaja yang pernah aku kenal. Aku belajar kebaikan-kebaikan darinya. Tentang bagaimana memperlakukan orang dengan baik, tentang bagaimana selalu tersenyum walau tersakiti, bukan menjadi munafik, tapi darinya aku belajar untuk menjadi orang yang penuh kesabaran.

Ia orang yang sangat baik. Suatu hari ketika ia mengambil uang pensiun, ia pulang ke rumah tanpa uang barang seribu. Seluruh uang pensiun yang ia ambil hari itu, diserahkan ke keluarga yang membutuhkan. Hatiku bergetar mendengar cerita itu dari Mama.

Mbah Kakung orang yang sangat baik, yang tidak ingin kebaikannya diketahui oleh orang lain. Ia tak pernah menceritakan kebaikan-kebaikan besar yang ia lakukan untuk orang lain. Ia tidak pernah merasa memberi hutang kepada orang-orang yang ia perlakukan dengan baik.

Mbah Kakung adalah seniman paling hebat yang pernah aku kenal. Ia orang yang pertama kali mengajarkanku membaca, menulis dan menggambar. Ia yang pertama kali memperkenalkan aku pada titik, garis dan bentuk. Ia mengajari aku bagaimana cara mewarnai dengan rapi saat umurku belum genap 4 tahun. Ia punya andil penting tentang bagaimana kehidupanku sekarang. Tentang pilihan menuntut ilmu di jurusan seni.

Ia orang yang setia, sejak istrinya meninggal, ia tak pernah ingin menikah lagi. Dulu ketika masih ingat banyak hal dan Mama bertanya menapa ia tak ingin menikah lagi, dengan santai ia menjawab, "Aku hanya mencintai Makmu."

Umur Mbah Kakung sekarang 85 tahun. Hanya sedikit yang masih dia ingat. Bahkan ia sudah tidak mengenali anak-anaknya lagi. Tapi ia masih tetap sering melakukan kebaikan-kebaikan walau sudah tidak banyak yang ia ingat tentang kehidupannya, tentang siapa dirinya.

Kadang aku menyimpulkan sendiri, tentang Mbah Kakung yang sehat walafiat sampai detik ini, tak pernah terserah penyakit, tak pernah mengeluh, hanya ingatannya saja yang sudah mulai parah karena tubuhnya yang sudah mulai menua, mungkin ini balasan Tuhan karena ia begitu baik, karena aku yakin banyak yang mendoakannya agar selalu sehat, orang-orang yang menyayanginya dan yang pernah ia tolong.