Jumat, 11 Januari 2013

Mbah Kakung dan Kebaikan-kebaikan yang Ia Ajarkan

Mbah Kakung adalah sosok yang paling bersahaja yang pernah aku kenal. Aku belajar kebaikan-kebaikan darinya. Tentang bagaimana memperlakukan orang dengan baik, tentang bagaimana selalu tersenyum walau tersakiti, bukan menjadi munafik, tapi darinya aku belajar untuk menjadi orang yang penuh kesabaran.

Ia orang yang sangat baik. Suatu hari ketika ia mengambil uang pensiun, ia pulang ke rumah tanpa uang barang seribu. Seluruh uang pensiun yang ia ambil hari itu, diserahkan ke keluarga yang membutuhkan. Hatiku bergetar mendengar cerita itu dari Mama.

Mbah Kakung orang yang sangat baik, yang tidak ingin kebaikannya diketahui oleh orang lain. Ia tak pernah menceritakan kebaikan-kebaikan besar yang ia lakukan untuk orang lain. Ia tidak pernah merasa memberi hutang kepada orang-orang yang ia perlakukan dengan baik.

Mbah Kakung adalah seniman paling hebat yang pernah aku kenal. Ia orang yang pertama kali mengajarkanku membaca, menulis dan menggambar. Ia yang pertama kali memperkenalkan aku pada titik, garis dan bentuk. Ia mengajari aku bagaimana cara mewarnai dengan rapi saat umurku belum genap 4 tahun. Ia punya andil penting tentang bagaimana kehidupanku sekarang. Tentang pilihan menuntut ilmu di jurusan seni.

Ia orang yang setia, sejak istrinya meninggal, ia tak pernah ingin menikah lagi. Dulu ketika masih ingat banyak hal dan Mama bertanya menapa ia tak ingin menikah lagi, dengan santai ia menjawab, "Aku hanya mencintai Makmu."

Umur Mbah Kakung sekarang 85 tahun. Hanya sedikit yang masih dia ingat. Bahkan ia sudah tidak mengenali anak-anaknya lagi. Tapi ia masih tetap sering melakukan kebaikan-kebaikan walau sudah tidak banyak yang ia ingat tentang kehidupannya, tentang siapa dirinya.

Kadang aku menyimpulkan sendiri, tentang Mbah Kakung yang sehat walafiat sampai detik ini, tak pernah terserah penyakit, tak pernah mengeluh, hanya ingatannya saja yang sudah mulai parah karena tubuhnya yang sudah mulai menua, mungkin ini balasan Tuhan karena ia begitu baik, karena aku yakin banyak yang mendoakannya agar selalu sehat, orang-orang yang menyayanginya dan yang pernah ia tolong.


2 komentar:

  1. duh tampakny menyenangkan nih klo kenal mbah kakungg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, beliau orang yang loyal.
      Tapi sekarang sudah pelupa berat :)

      Hapus

Komentar kalian akan masuk moderasi dulu jika kalian komen di postingan lama. Maka jangan khawatir, komentar kalian pasti akan aku baca. :)