Jumat, 12 Mei 2017

Bagian Terbaik dari Patah Hati

Patah hati itu bisa saja menjelma bencana paling hebat dalam hidup kita, namun bagi orang lain, itu hanya kejadian kecil yang dilirik pun tidak, berpengaruh pada semesta pun tidak. Patah hati hanya menyebabkan diri kita sendiri yang runtuh, orang-orang di luar sana dan dunia ini masih baik-baik saja bahkan ketika kamu merasa hatimu remuk berkeping-keping.

Patah hati bisa saja salah satu cara Tuhan untuk menempa kita menjadi manusia yang jauh lebih kuat dari sebelumnya, menjadi manusia yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Atau, patah hati bisa saja salah satu cara Tuhan untuk memberitahu bahwa kita sedang memperjuangkan orang yang salah. Atau, patah hati bisa saja salah satu cara Tuhan untuk memberitahu bahwa kita bukanlah orang yang pantas untuk diperjuangkan oleh orang yang kita anggap berharga.

Aku pernah berharap, patah hati itu sederhana, sesederhana anak kecil yang kehilangan kesempatan membeli es krim terakhir yang dijual hari itu, sedih sebentar, lupa, lalu besok bisa mencoba membeli es krim yang sama. Pada kenyataannya, patah hati yang pernah aku alami tidak pernah sesederhana itu, atau aku saja yang membuatnya tidak sederhana.

Tapi apa bagian terbaik dari patah hati?
Setelah tangis dan sesal yang begitu panjang, ada masanya ketika kita kemudian sadar bahwa di luar sana, ada orang lain yang pantas untuk kita, pantas dan layak untuk diperjuangkan.
Dan diam-diam, sabar yang sudah kita pupuk selama ini tidak akan mengkhianati sedikitpun.

Untuk perempuan-perempuan yang sedang patah hati di luar sana, percayalah, percayalah patah hatimu akan diganti dengan hal yang bahkan tidak pernah kamu bayangkan selama ini. :)

2 komentar:

Komentar kalian akan masuk moderasi dulu jika kalian komen di postingan lama. Maka jangan khawatir, komentar kalian pasti akan aku baca. :)