Rabu, 13 November 2013

Puisi Pukul Empat Pagi

Pukul empat pagi

Kepala yang memikirkan tentang cinta yang tak sampai atau tentang kisah yang belum usai meletup-letup seperti petasan anak kecil di bulan suci

Tubuh yang mempertanyakan kehidupan sedang terbujur kaku di atas dipan kayu,
berdecit

Lengan yang merindukan pelukan menari-nari di udara lalu jatuh, permukaan kulitnya terluka


Pukul empat pagi

Lutut-lutut yang melupakan sujud, membatu


Pukul empat pagi

Aku memikirkan apa Cupid pernah salah menembakkan anak panahnya pada jantung-jantung manusia

1 komentar:

Komentar kalian akan masuk moderasi dulu jika kalian komen di postingan lama. Maka jangan khawatir, komentar kalian pasti akan aku baca. :)