Sabtu, 18 Februari 2012

Pindah Rumah, Pindah Hati


Pindah rumah itu hampir sama dengan pindah hati. Kalau pindah rumah yang harus dibenahi barang-barangnya. Kalau pindah hati, kekecewaan, luka dan harapan yang harus dibenahi.

Beberapa hari yang lalu baru pindah rumah. Sebenarnya bukan pindah rumah tepatnya, pindah ke rumah karena sebelumnya masih nge-kos. Well, benar-benar bukan pekerjaan yang mudah menempati rumah tanpa orang tua. Di mana kita harus masak sendiri, beres-beres sendiri, nyuci-nyuci sendiri. Yah hitung-hitung belajar jadi istri yang baik. #ehem

Rumah baru, kehidupan baru. Ya, semua harus dimulai dari awal lagi. Seperti halnya perasaan dan hati. Pindah hati mudah, jika kita tidak benar-benar terperosok dan jatuh di dalamnya.

Tapi yang jelas, jangan kembali pada hati yang lama jika sudah benar-benar pindah. Buat apa memaksakan untuk menempati tempat tinggal yang sudah tidak cocok dengan kita? Toh kita tidak akan merasa nyaman dengan sesuatu yang dipaksakan. :)

Oke random.


4 komentar:

  1. #ecieeeeeee <-- komen macam apa ini -____-

    BalasHapus
    Balasan
    1. -_______________________________-

      Hapus
    2. #ecieeeeee <-- lagi-lagi komen macam apa ini -____-

      Hapus
    3. Kak Ilyas minta ditaboooook

      Hapus

Komentar kalian akan masuk moderasi dulu jika kalian komen di postingan lama. Maka jangan khawatir, komentar kalian pasti akan aku baca. :)