Showing posts with label Kisah sedih gak di hari minggu. Show all posts
Showing posts with label Kisah sedih gak di hari minggu. Show all posts

Monday, November 21, 2011

Homesick

Kangen rumah, kangen mamah, papah, mas dan mbah kung.
Entahlah akhir-akhir ini pengen pulang terus rasanya, padahal baru sebulan yang lalu ketemu papah mamah. Tapi rasanya pengen pulang pengen pulang.

Andai Jogja-Banjar bisa ditempuh dengan motor, andai Jogja-Banjar tidak perlu beli tiket pesawat, andai Jogja-Banjar seperti Jogja-Magelang. Andai.

Tiket pesawat itu engga murah. Belum lagi harus ninggalin kuliah. Mau ngomong sama mereka kalau pengen pulang, tapi selalu diurungkan lagi. Aku ingat aku bersikeras kuliah di Jogja, harus terima apapun yang terjadi. Homesick itu seharusnya sudah biasa. Gak boleh ngeluh.

Kadang ngiri sama Iby yang bisa pulang dua minggu sekali karena rumahnya di Semarang. Kadang ngiri sama temen-temen yang gak perlu nge-kos karena mereka berdomisili di Jogja.
Kadang... Ah, sudahlah.

*brb hapus air mata*

Wednesday, October 26, 2011

Get Well Soon, Asa


Yang namanya penyakit datengnya emang gak permisi.
Kemaren pagi masih bisa naik motor sampe Godean, siangnya tiba-tiba perut sakit banget.
Karena saking paniknya, Iby langsung nganter ke rumah sakit dan aku langsung di opname.
Mamah yang kebetulan lagi tugas di Jakarta langsung ngambil penerbangan sorenya ke Jogja.

Thanks to Iby yang udah repot banget ngurusin aku sebelum mamah dateng. Thanks God, I have a good friend. :')

Thursday, June 24, 2010

Terjadi Sebuah "kebodohan" di Ruang Tes

Hai readers!
Aku baru selesai tes masuk universitas di jogja kemaren.
Susah banget tesnya, langsung ke cerita aja yaa.

Pagi2 banget, aku sama papah udah sampe di sana, eh ternyata udah banyak orang yang mau tes di sana. Yang dateng bermacam2 orang, tapi mayoritas cowok karena ini fakultas seni, jarang kan seniman cewek.

Dan bapak2 yang nganter anak2nya rata2 semua seniman, berambut gondrong dengan dandanan seadanya. Sedangkan papah? Nganter dengan dandanan rapi layaknya orang mau meeting. Ajib.


Gak seberapa lama nunggu, peserta tes langsung disuruh masuk ruangan masing2, setelah cipika-cipiki dan minta restu, masuklah aku ke ruangan mengerikan itu.

Setelah duduk, aku mulai merhatiin orang2 di sana.
Lho kok mukanya pada santai semua?
Lho kok gak ada yang gugup?
Lho kok gak ada yang berdoa?
Lho? Lho? Lho?
Dan aku mulai menyadari, nampaknya cuma aku orang yang gugup di ruangan ini.
Photobucket

Waktu kertas gambar dibagi, aku bengong.
HAH? GILA? SEBESAR INI KERTASNYA? KAPAN SELESAINYA KALO GINI?
Dan anak2 yang lain pasang muka santai. Mampus lah aku maak...

Lalu kertas soal dibagi, aku langsung baca dan bengong (lagi).
1 menit, 5 menit, 30 menit, dan masih bengong.
OH MAN? SOAL MACAM APA INI? DISURUH GAMBAR IKLAN BOTOL MINUMAN?!
Photobucket

Aku mencoba untuk berpikir keras, sangat keras sampai2 kepala cenat-cenut, mata berkunang2, perut mual2, badan gatal2.
Nengok ke peserta lain udah pada goresin pensil di atas kertas.
Sedangkan kertasku masih kosong.
Photobucket

Hampir satu jam aku mikir akhirnya ketemu ide yang pas mantap dan ajib.
Mulailah aku menggambar sketsa wajah2 dan botol minuman itu. Tapi karena media yang sangat besar, untuk gambar hitam-putihnya aja hampir dua jam.
Kalo dihitung2 : Mikir = hampir 1 jam, sketsa hitam-putih = hampir 2 jam, total = hampir 3 jam. Waktu yang disediakan = 4 jam

Ah tidaaaaaaaaaaaaaaaaak, waktu 1 jam lebih mana cukup dipakai untuk mewarnai seluruh gambaran? Apalagi aku pakai cat air yang gak mungkin selesai cepet.
Tamatlah riwayatku.
Photobucket

Ibu2 pengawas dari tadi nyebutin sisa waktu.
Waktu ibunya bilang sisa waktu tinggal 15 menit lagi, aku berharap ibu itu bercanda dan bilang, "TARAAAA kalian tertipu! Waktu masih 2 jam anak2"
Tapi itu semua cuma dalam khayalanku saja.
Malangnya nasibku.

Ketika waktu habis, aku pengen nangis, lukisanku belum selesai, masih awut2an, bentuknya juga masih belum keliatan.

Dan yang paling syok adalah ketika ngeliat lukisan peserta lain yang udah pada selesai, KOK BISA SIH?
Photobucket

Akhirnya aku melangkah gontai keluar dari ruangan itu.
Anak2 di sana pada tersenyum bahagia, lha aku? Mata berkaca2...
Photobucket

Sudahlah, telur sudah menjadi burung.
Apa boleh buat, tidak ada yang perlu disesali.
Paling nggak aku udah berusaha sekuat tenanga, menguras otak dengan susah payah.
Hasilnya biar Tuhan yang atur.

Doain ya temen2, semoga aja bisa di terima di universitas itu. Amin.
Photobucket

Friday, January 22, 2010

Antara Obat Malaria Sialan dan Hantu Penunggu Rumah

Haloo baru bisa posting .
Soalnya selama 4 hari ini, aku cuma bisa diem di kamar .
Gak mandi, gak bangun, gak online (huakakak)
ini semua gara2 aku divonis sakit malaria + tifus .
Dan lebih nyebelinnya lagi, obat malaria sialan itu ternyata pahit banget yaa !!!!
Selama 4 hari, air ludah brasa pait banget coy .
Udah gitu gak enak makan apa2 .
Kalo sakit gini jadi ingat betapa enaknya jadi orang sehat
Photobucket

Dan mengenai hantu, aku udah mulai risih yaa sama gangguan2 selama ini yang hantu2 itu buat dirumahku, terutama ke aku .
Kenapa harus aku sih yang digangguin mba dan mas hantu ?
Naksir lu ye ?
Photobucket

Pllis dong ah jangan gangguin aku lagi yaa .
Saat gak enak badan gini bener2 kerasa risihnya digangguin mulu .
Photobucket

Wednesday, September 16, 2009

Motorku Sayang, Motorku Malang

Hai teman-teman sekalian (pemborosan kata2)
Ada kabar buruk. Hari ini ada tragedi yang menggemparkan (padahal digempar2kan sendiri)

Ahh to the point aja deh. Jadi tadi aku dan kawan2 (Icha, Amel dan Ani) buka puasa bareng,
nah pulangnya kan udah rada gelap tuh, entah karna mata udah rada2 jereng a.k.a parah penglihatannya pada malam hari, ato emang lagi sial, ato belom baca doa selamet ato belom minta doa restu mamah papah, tiba2 kendaraan melenceng menyerempet dinding bunderan simpang empat.

Ehem sebenernya sih sebelumnya, aku ngedenger ada orang teriak dijalan raya. Kaget dong, aku langsung nengok belakang. Icha yang digonceng ya ikutan noleh kebelakang juga,
alhasil gak ada yg menyadari kalo kendaraan sudah semakin mendekati tepian bunderan.
alhasil lagi, kendaraan saya menyermpet bunderan itu.
(kalian pada ngerti gak yaa aku cerita apaan?)
Yaah inti dari intinya adalah AKU KECELAKAAN MAN ! NYEREMPET GITU LOH

Gileee parah abis. Beberapa saat kemudian, icha diem. Akupun turut diem.
Lalu saling memandang dan berpelukan (enggak lah!)

*percakapan sudah diterjemahkan dlm bahasa indonesia*
aku : (dalam keadaan masih syok dan pucat) "cha kamu gak papa ?"
icha : "gak papa, kamu gak papa sa?"
aku : "gak papa, maaf ya cha gak liat"
icha : "iya sa gak papa"
aku : (pengen nangis)

Sampe dirumah icha, aku masih syok, jantung masih degup2 keras, kaki masih gemeter, lalu turun dari motor melihat keadaan motorku. Ahhhh tidaaaaaakkkk. Aku membuat beretan baru. Corak yg sangat2 bagus. Entah udah berapa kali ni motor ku buat cacat. Entah udah berapa kali juga ni motor memaki2 diriku.

Untung waktu dibunderan gak terlalu rame.
Untung gak sampe jatoh.
Untung cuma tanganku yg kegesek dikit.
Dan untung motorku gak remuk (lebay banget)

Tapi sangat disayangkan, keadaan motorku saat ini sudah benar2 parah. Padahal belom sampe setahun ditanganku.

Ini beretan2 hasil karyaku sebelumnya :





Nah ini beretan yang baru aja dibuat .
Gimana menurut kalian ?


Luka akibat serempetan maut :


Bisa dibayangkan keadaan motorku setahun ke depan?

Thursday, August 20, 2009

Mengenang Nami

Aku dulu punya kucing . Bukan kucing garong, tapi kucing galak .
Namanya Nami . Nama Nami terinspirasi dari nama sebuah tokoh di one piece, karena dulu mas lagi tergila2 sama one piece .

Nami kucing betina belang tiga . Dia pendek tapi berisi, matanya hijau dan imut2 kaya pemiliknya :p
Nami itu kembang desa, dia jadi rebutan kucing2 garong di komplek, tapi Nami tetep cuek, dia ngerasa gak lepel kalo harus pacaran sama kucing garong di komplek yg dekil, kotor, suka nyolong ikan dan tidak rajin beribadah .

Nami bisa dibilang kucing jutek, dia gak pernah mau makan ikan asin . Kalo makan daging mentah juga langsung muntah . Makan tulang langsung kejang2 .
Maunya makan ikan yg udah dimasak, atau gak makan makanan khusus kucing yg satu kalengnya ngelebihi harga satu hari uang jajanku .

Nami juga gak pernah sukses menghasilkan keturunan yang waras . Dia selalu ngelahirin anak, trus beberapa hari kemudian anaknya mati satu persatu .
Anak yang bisa bertahan cuma Si Item dan Popo .

Si popo melarikan diri entah kemana saat Si Item lahir . Mungkin dia merasa perhatian Nami berpindah pada Si Item yang bulunya Item semua .

Kata orang, kucing item itu pembawa sial, kucing iblis . Tapi nyatanya ? Item itu kucing banci . Gak pernah berani bergulat dengan kucing garong di komplek, selalu minta bela . Dan terakhir aku tau, dia punya kelakuan yang sangat tidak berprikekucingan yaitu : Mengawini kucing Jantan .
Hei, Item itu Jantan kawan ! Dia mengejot2 kucing jantan . Sungguh pemandangan yang sangat tidak etis .

Skip . Balik lagi ke Nami .
Aku kangen sama Nami . Kangen banget malah . Udah hampir dua tahun dia ninggalin rumah .
Enggak tau kenapa .
Waktu itu Nami ngelahirin anak terakhirnya, sekitar 3 anak kucing .
Anak kucing itu udah diincer musang dari mereka lahir .
Jadi Nami selaku Ibu siaga yang siap melindungi anak2nya, selalu memindah2 tempat persembunyian dan mencari daerah aman .
Pada hari yg aku lupa hari apa, pagi2 anak Nami udah gak ada ditempatnya tiga tiganya . Mereka hilang !
Nami gelabakan . Dia setress, Dia depresi, dia merasa gak berguna jadi Ibu, dan Nami berniat bunuh diri .

Akhirnya, siangnya Namipun ikut hilang entah kemana . Mungkin dia berusaha mencari anak2nya yg hilang itu .
Nami merantau diluar sana, mungkin dia mengadu nasib, mencoba mencicipi kejamnya kehidupan diluar sana .

Oh Namiku sayang, dimanakah kau sekarang ?


Ini adalah Nami malam terakhir kami bertemu :



Ini bentuk formasi yang alamiah tanpa dibuat2 :



Ini anak2 Nami yang lucu dan menggemaskan :



Ini juga anak Nami yang agak kurang gizi :



Ini kegiatan susu menyusu :

Saturday, July 11, 2009

I miss Jakarta

Hari ini aku ngebuka lagi arsip-arsipku waktu di Jakarta. Jadi kangen… . Jadi ceritanya dulu aku sempet tinggal di Jakarta selama kurang lebih 6 bulan (waktu kelas 1 sma). Pertanyaannya kenapa aku harus tinggal disana ? Karna aku diusir dari rumah dan diasingkan disana. Ya enggak laah… Aku disana karna harus ngejalanin terapi, terapi apa? Ask me!

Selama aku tinggal di sana, aku ngerasa seneng walaupun tempat tinggalku yang menurut mamah agak sedikit tidak manusiawi (ah mamah, gitu2 juga dipilihin hhehehe). Yaa desak2an ama rumah tetangga yang lain, rumahnya dempet2an gitu laah... Jalannya sempit banget, di sekitar jalan dengan sukses bergantungan baju-baju jemuran. Wah, mantep abis... Tapi apa boleh buat, karna kontrakan ini deket banget ama sekolah dan tempat terapi, akhirnya dengan agak sedikit berat hati, aku merelakan diriku ini untuk tinggal di sana.

Padahal nih, rumahku deket banget ama apartemen Batavia yang kata orang sih apartemennya para orang bule. Namanya sih keren, kalo orang nanya, ”rumahnya dimana ?” jawab aja, ”deket apartemen batavia”. Kalo orang nggak tau pasti mikirnya waaaah . . padahal ya tetep aja samping-sampingnya rumahnya pada dempet hhahaha .

Di jakarta, aku sekolah di SMAN 7 Jakarta (statusnya cuman titipan aja sih hhe), di daerah bendhill atau daerah karet tengsin. Pertama masuk sana sih aku dilanda ketakutan yang ruaaar biasaaa soalnya udah kemakan racun sinetron, di sinetron2 kan anak2 Jakarta galak-galak, gaul-gaul dan sebagainya .
Emang sih 7 bukan SMA paporit, tapi paling nggak aku bisa ngerasain hangatnya kekeluargaan di sini. Temen2 kelasku pada baik semua... nggak nyangka juga :’)
Ini sekolahku :




Ini teman2 sekelasku yang amat sangat aku sayangi banget :

Di poto itu (dari kiri) ada Adit, Dinne, Dira, Vela, Danti, Asya, Cynthia, Ika, Ayu, Putri, Anas, Angga, Mega, Tiara, Rianty. Di bawahnya ada Umam, Yudi, Friman, Ovie, Zulfi, Imam, Bobby, Tebe, Roby sama Yuan.


Nah disana aku punya best friend (cailah), namanya Asya. Kaget juga sih waktu pertama kali denger nama dia, nggak jauh beda sama namaku, Cuma beda di ”y” aja. Asya orangnya baik, kocak abis, daan galak juga :P
Ini Asya :



Kalo ini, anak2 Teater 7, waktu itu kami abis tampil di acara Bulan Bahasa yang diadain SMA 7. Ceritanya di sana aku jadi Tara, sodara tirinya Cinderella (jadi orang jahat nih hikshiks) :



Ini waktu kami lagi di Monas, waktu itu kami Cuma punya uang buat ongkos pulang pergi naik Busway, jadi disana kami nggak makan! Padahal laper banget! Hahaha



Ini Tempat terapiku, namanya Contour Health



Ini waktu aku lagi terapi :



Nah kalo yang ini para terapis ku (orang yang ngebantuin dokter buat nerapiin orang2) :



Eniwei, itu aja deh yang bisa aku bikin buat ngenang seluruh kenangan aku waktu di Jakarta. Intinya adalah : AKU SAYANG BANGET SAMA MEREKA! Dan aku kangeeeeeeen banget sama mereka semua. Aku pengen banget bisa ke Jakarta lagi dan ketemu sama mereka semua! I love you all