Showing posts with label Fotografi. Show all posts
Showing posts with label Fotografi. Show all posts

Monday, June 4, 2012

Hei, i'm 20!

Iya, tanggal 2 Juni kemarin, aku udah genap 20 tahun. Cukup tua untuk badan sekecil ini. Hahaha :D

Tanggal 2 jam 12 malam lewat sedikit, Iby kasih kejutan. Sebenarnya bukan kejutan karena aku gak terkejut hahaha. Tapi cukup terharu kok, By. :')

Tapi tolong ya, kalau kasih kejutan mbok ya bilang-bilang, jadi aku bisa dandan dulu, masa di foto pakai baby doll gini... -_____-"





Dan buat mas pacarku tersayang, thanks buat surprise-nya yang benar-benar bikin aku terkejut. Dan terimakasih juga untuk dua teman kecilku yang baru. ;)





Friday, April 13, 2012

Happy Birthday, Iby!






Telat banget, tapi doanya gak telat. :D

Wednesday, March 21, 2012

Cara memasang filter warna pada Diana F+


Di flashnya yang bagian tengah, ada lubang untuk memasukkan filter warnanya dari kiri dan kanan.
Beberapa hari gak tahu caranya masang filternya hahaha. Semoga membantu ya, teman-teman yang kebingungan seperti aku. :)

Oh iya, kalau ada yang merasa film untuk Diana F+ ini terlalu mahal (soalnya aku merasa film 120mm terlalu mahal, framenya cuma 16 dalam satu roll), bisa pakai film 35mm (framenya 36 dan harganya lebih murah), caranya tinggal diganjal atas dan bawahnya biar posisi filmnya pas di tengah-tengah. Nanti kalau aku sudah nyoba, bakal share ke sini.

Dan selain mahal, film 120mm ternyata di Jogja susah sekali dicari pemirsaaaa...

Tuesday, March 13, 2012

Buku dan Kartu untuk Adik-adik di Bagian Timur

Beberapa minggu yang lalu, di tawarin mas @pramoeaga dan ka @falafu untuk ikut serta dalam projectnya @lebahbooks : #SatuBukuSatuSaudara, yaitu menyumbang buku untuk adik-adik di bagian Timur Indonesia. Tanpa pikir panjang, langsung meng-iya-kan.

Nah uniknya, setiap buku yang mau kita sumbang, kita harus menyertakan surat, notes, or something like that untuk adik-adik yang mendapatkan buku dari kita. Nanti, adik-adik akan membalas surat kita. Seru, kan? Jadi melalui satu buku, tercipta persaudaraan antara pemberi dan penerima. Itulah kenapa namanya #SatuBukuSatuSaudara :)

Untuk buku yang aku sumbangin, aku menyertakan kartu ucapan yang aku bikin sendiri loh! Tadinya mau bikin pop up, tapi bingung mau gimana, akhirnya bikin pop up yang sangat simpel saja. Tapi gak tahu deh ini bisa disebut pop up atau bukan hihihi. :p

Pyur gambar sendiri, ngeprint sendiri dan gunting-tempel sendiri. :)





Dan ini buku buat adik-adik yang akan aku sumbangin

Untuk yang di wilayah Jogja bisa mengumpulkan bukunya ke mas @pramoeaga, atau untuk info selengkapnya buka di web resminya di sini ya! Kesempatan dibuka sampai 30 Maret 2012 :D

Wednesday, February 22, 2012

Doodle on "centong nasi"




Sedang diserang flu menggambar, menggambar sedang diserang flu.
Kadang, ide keluar di saat-saat yang tidak terduga.
Fufufufu~

Sunday, February 19, 2012

Si Bening yang Menawan

Beberapa hari yang lalu mampir ke toko buku buat cuci mata sekalian cari-cari ide buat acara tutor gambar setiap sabtu di RS bersama anak-anak penderita kanker. Waktu sampai di area mainan anak-anak, menemukan yang namanya glass deco. Bentuk cairannya seperti pasta (kata Iby).

Baca-baca cara pakaiannya lalu tertarik. Sepertinya bakal jadi hal yang menyenangkan kalau anak-anak menggambari gelas dengan glass deco ini. Dan ternyata benar, mereka suka dan hasilnya lucu banget! Tutornya aja jadi kepengen juga hihihi (soalnya waktu beli belum dicoba).

Selesai memberikan tutor gambar, langsung nyoba di toples mungil ini di rumah:






Lucu kan! Wanna try? :D
Oh iya, walaupun kelihatannya mudah tapi sebenarnya sulit lho. Lihat aja outlinenya masih gak rapi begitu hahaha. Dan satu lagi, sebaiknya jangan ditetesi glass deco-nya terlalu tebal biar keringnya gak lama dan hasilnya jadi lebih bening. Selamat mencoba!

Monday, February 6, 2012

Plastic Time!

Lihat deh, walaupun mereka kamera plastik dan masih pakai film, tapi hasil fotonya gak kalah sama kamera canggih! :D


Disderi 3 lens
Model: Molly dan Ka Endry



Disderi 3 lens
Model: Lampu taman
Lokasi: Taman



Disderi 3 lens
Model: Molly



Disderi 3 lens
Model: Kapal laut
Lokasi: Pasar Terapung Banjarmasin



Disderi 3 lens
Lokasi: Lapangan Murjani Banjarbaru


Fisheye 1
Langit dan pohon
Lokasi: Ndekso, Yogyakarta


Fisheye 1
Lokasi: Samigaluh, Yogyakarta




Fisheye 1
Lokasi: Sewon, Yogyakarta


Fisheye 1
Lokasi: Kota baru, Yogyakarta

Tuesday, January 31, 2012

Sebentar Saja, Sampai Jumpa

Liburan kali ini sebentar, memang dari kampus liburnya cuma dua minggu. Tadinya mau pulang tanggal 5 tapi masih harus ngurus KRS jadi ya besok sudah harus kembali ke Jogja.
Aku bahagia kalau pulang, selalu. Apapun masalah yang aku bawa dari Jogja, sampai Banjar pasti tetap bahagia. Bahagia itu sederhana, sesederhana senyumku dan sahabat, Molly.
Sampai jumpa enam bulan lagi, sahabat. :)







Sedang malas mem-posting yang panjang-panjang, jadi ya posting foto narsis saja hahaha.

Sunday, January 22, 2012

Untuk Kotak-Kotak Perekam Kenangan

30 hari menulis surat cinta, hari ke-9; Untuk Kotak-Kotak Perekam Kenangan

"The best thing about photos is that it never changes, even when the person in it does." -Iambino/tumblr

Kalian itu perekam yang baik, walau aku belum menjadi pembidik yang baik. Aku masih harus banyak belajar.

Tuhan itu tahu segalanya, Ia tahu beberapa orang termasuk aku bukanlah seorang pengingat yang baik. Maka Ia membuat manusia menciptakan kalian, kotak-kotak perekam kenangan. Agar kami, para pengingat yang buruk, bisa merekam semua kenangan dengan bantuan kalian. Sempurna.

Pertama kali dikenalkan dengan kalian ketika umurku masih 12 tahun, kalau tidak salah. Papa mengajarkan padaku bagaimana caranya membidik lalu memencet. Waktu itu aku tidak tahu jelas apa fungsi kalian, semua yang aku lihat langsung aku abadikan. Mama memarahiku, katanya, rekam yang menurutku pantas untuk direkam saja, karena aku hanya punya 36 kali jepretan dalam satu roll film. Jangan asal jepret, sayang filmnya, katanya.


Akhirnya aku tahu dari mana datangnya lembaran-lembaran foto di album-album foto yang Mama punya. Dan ternyata, dari 36 kali jepretan itu, tidak semua bisa dicetak. Ada beberapa diantaranya yang under exposure, atau terbakar atau memang tidak terekam, bukan begitu?

Beberapa tahun kemudian, kalian hadir dengan inovasi baru. Digital. Aku semakin senang karena bisa merekam kejadian sesukaku, sebanyak apapun yang aku mau, tidak sebatas 36 kali jepretan. Dan setiap kali menjepret, aku langsung bisa melihat hasilnya. Ah, aku semakin jatuh cinta pada kalian.

Tapi, setiap jenis dari kalian punya keistimewaan masing-masing, aku suka hasil fotoku bisa dilihat langsung. Tapi aku juga suka menunggu sambil berdebar-debar, menebak-nebak bagaimana hasil jepretanku. Kalian selalu bisa membuatku penasaran.

Terimakasih ya, para kotak-kotak perekam kenangan, kalian membantuku merekam semua kenangan. Hingga suatu hari ketika aku melihat-lihat hasilnya, aku bisa tersenyum, atau bahkan berkaca-kaca. Terimakasih banyak. :)

Yang selalu menjaga, dan mencintai kalian,
Asa.

Friday, January 20, 2012

Surat untuk Pangeran Tata Surya

30 Hari menulis surat cinta, hari ke-8; Surat untuk Pangeran Tata Surya


Sebenarnya aku bingung harus menulis apa di surat ini karena sebenarnya aku lebih suka menulisnya dengan pensil daripada harus menekan anak-anak huruf di keyboard komputer lipatku. Karena kalau menulisnya dengan pensil, aku bisa sambil menggambar-gambar wajahmu di samping tulisan ini.

Pasti kamu tahu kenapa aku menyebutmu Pangeran Tata Surya, tentu saja karena kamu tahu banyak hal tentang Tata Surya. Entah itu Bumi, Bulan, atau planet-planet lainnya yang ada di Tata Surya, dan kamu suka sekali menceritakannya padaku. Saat itu, matamu seolah menyala-nyala, berbicara, entahlah, aku tidak bisa menggambarkannya.

Ah, sampai lupa menanyakan kabarmu. Apa kabar, Pangeran Tata Surya? Semoga kamu baik-baik saja, ya? Sedang melanjutkan study di Bandung, kan?
Sekarang aku sudah kuliah di jurusan yang aku mau. Terimakasih ya, dulu kamu yang meyakinkan aku untuk terus bermimpi, dan harus memperjuangkan mimpi-mimpiku.


Hai Pangeran...
Tahukah kamu, aku sering mengunjungi ruang kerjamu? Aku suka memandanginya lama-lama, melihat kumpulan puisi-puisi dan foto-foto di atasnya. Kadang-kadang aku suka membayangkan kamu duduk di sana lagi, di depan komputer lipatmu sambil sesekali tertawa. Tawamu itu, selalu berhasil menenggelamkan sepasang matamu, lucu.

Setiap memandanginya, selalu berhasil membawaku ke masa-masa dulu. Masa-masa ketika aku sering berkunjung ke ruang kerjamu, mengganggumu dengan membawa kucing. Kamu jadi tidak jadi kerja, malah bermain bersama kucing dan aku. Kita tertawa bersama-sama.
Atau kadang-kadang aku membuka koran, melihat-lihat rumah yang sedang dijual, lalu aku memilih yang paling besar, kamu tidak setuju. Kamu lebih suka rumah yang kecil, minimalis. Katamu, rumah itu pasti cocok untuk kita, karena aku dan kamu sama-sama mungil. Dan kemudian aku mulai setuju, yang besar atau yang kecil sama saja, yang penting ada tempat untuk melihat Bulan di sana.

Ah, aku rindu bertukar cerita denganmu. Aku rindu memandangi dagu dan pipimu yang kadang penuh bulu, "Belum sempat dicukur." katamu, sambil menyeringai. Aku rindu mendengar suaramu dari seberang ponsel, kadang-kadang sinyal membuat kita kesal tapi tidak lama kemudian kita menertawai kekesalan kita barusan.


Sudah lama sekali rasanya kita tidak bersua, terakhir kali tiga tahun yang lalu, tepat seminggu sebelum kamu menikah. Kamu mengirimkan pesan singkat ke ponselku, ingat? Pesan singkat yang menyatakan bahwa kamu akan menjalin sebuah ikatan pernikahan dengan seorang wanita, tapi bukan dengan aku.

Saat membaca pesan singkat itu rasanya dunia berhenti berputar, atau mungkin berputar sangat cepat? Entahlah, aku begitu kacau saat itu.
Malam itu aku sampai tidak bisa menangis lagi, Mama memelukku erat, sangat erat. Ia tidak mengatakan apa-apa, hanya memelukku saja sambil mengelus punggungku. Mungkin ia tahu hati anaknya sedang terluka.

Sungguh, rasanya sangat menyiksa membayangkan kamu dengan istrimu sekarang. Dadaku sesak, seperti terjepit di antara pintu lift yang berkarat. Tidak ada yang bisa menolong dan tidak ada yang bisa kulakukan sampai rasa sakit dan sesak itu hilang sendiri atau dibiarkan saja sampai aku mati rasa, sampai tidak bisa merasakan apa-apa lagi. Ah, Sudah, sudah, aku tidak mau lagi membicarakan rasa sakitnya.


Sepertinya aku sudah mengetik terlalu panjang ya? Seperti katamu, aku memang cerewet, bahkan di sebuah tulisan sekalipun. Sudah ya, sampai di sini dulu, aku akan menulis surat kepadamu lagi, suatu hari nanti.
Sampaikan salamku pada istrimu ya, bilang padanya bahwa dia adalah wanita yang beruntung. Dan satu lagi, anakmu sudah lahir? Jika sudah, aku yakin dia akan menjadi anak yang lucu karena mewarisi mata sipitmu dan kulit putihmu.

Salam hangat, Asa.

Monday, January 16, 2012

Voila!

Berawal dari melihat tas polos simpel berbahan kain di emperan Malioboro beberapa hari yang lalu, terpikir untuk ngelukis tas itu. Dengan sedikir pikir-pikir, akhirnya menanyakan harga pada si penjual. Ternyata murah. Sudah murah tapi masih aja aku tawar, dan ternyata si penjual mau melepas tas itu dengan harga 2o ribu rupiah. Deal.

Penampakan tas setelah dilukis:



Kenapa melukis perempuan membawa kamera? Karena aku suka memotret. Dan kenapa kameranya harus Holga? Karena aku sedang jatuh cinta sama Holga. Sayangnya uangnya belum cukup buat membeli Holga, jadi ya digambar saja dulu hahaha. Aaaah, semangat nabung buat beli Holga, Asa! :)

NB: Libur telah tiba! Bye tumpukan tugas! :D

Saturday, December 31, 2011

Firework(s)!













Selamat Tahun Baru!
Selamat menjalani segala sesuatu yang baru!
Sampai ketemu di postingan tahun depan!

Foto kembang api ini diambil di depan kamar kos.
Agak jelek sih (apalagi 5 foto awal) buru-buru ngambilnya.
Harusnya speednya diperlambat lagi, ya gak sih?