Aku bangga memiliki mama seperti mamaku. Mama mendidikku dan masku dengan maksimal meski dia sudah bekerja saat aku masih sangat kecil. Aku tahu mendidik anak tidaklah mudah, apalagi usia mama saat itu masih tergolong muda. Mama masih sempat memasak sarapan untuk kami sebelum berangkat kerja, mama kerja dari pagi hingga sore, yang mengantarku ke sekolah adalah mbah kakung pada saat itu.
Aku tidak paham apa yang mama lakukan sehingga aku dan mas besar menjadi anak yang gak macem-macem. Aku tidak berkata bahwa aku 100% baik, bahwa aku anak yang penurut, tidak, kadang aku ngeyelan, kadang aku gak selalu nurut, tapi aku selalu berusaha memberi hal yang terbaik untuk mama dan papa. Aku gak pernah sadar kebiasaanku dan mas agak istimewa kalau tidak melihat perbandingan dari orang lain. Begini, aku dan mas hingga sekarang selalu meminta izin untuk memakan atau memakai sesuatu yang ada di rumah, meski kita tahu makanan itu dibeli mama atau papa untuk dimakan, tapi kita selalu mengatakan, "Ma, Asa minta kue yang di meja makan ya", "Ma, Arga makan kue yang di toples ya.". Sekarang aku tinggal sama mas di Jogja, kalau mau pake shampooku, mas selalu izin, kalau aku mau minta susu bubuk di dapur, aku minta izin. Itu jadi kebiasaan yang menurutku istimewa karena aku menemui beberapa teman yang memakan makananku tanpa izin tiba-tiba habis, atau memakai barangku tiba-tiba rusak atau hilang tanpa seizinku. Well, suatu hari aku mendengar papa mengatakan pada mama, "Ma, ini gorengan siapa? Papa makan ya."
Aku mengenal beberapa teman yang "nakal", katakanlah mereka melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan untuk orang yang belum menikah, atau hal hal yang dianggap tidak etis di Indonesia. Aku tidak menjudge mereka, tapi yang aku pikirkan adalah, "Orang tua mereka sedih tidak ya kalau tahu?" Beberapa yang aku tahu, mereka bukan anak yang terlalu dekat dengan orang tua mereka, jadi mungkin saja mereka tidak menghawatirkan perasaan orang tuanya. Ini mungkin, aku hanya berspekulasi.
Aku dan mas dekat sekali dengan mama. Dari kecil kami selalu diajarkan untuk menceritakan segala sesuatu kepada mama, mama dulu sering membelikanku diary ketika aku masih SD, katanya setiap hari aku harus mengisi diary dengan cerita-cerita yang kualami dan setiap hari mama membacanya, mengatakan bahwa cerita-ceritaku sangat menarik. Aku juga menceritakan segala hal dengan mama secara langsung, aku menceritakan ketika aku berkelahi dengan teman sekelasku karena dia merusakkan ikat rambut yang sempat menjadi tren saat kami masih SD, aku menceritakan pacar pertamaku, sampai sekarang aku menceritakan semuanya, ini bukan megadu, tapi mama ingin aku tidak menutupi hal-hal dari mama. Mama bukan orangtua yang memposisikan dirinya sebagai orangtua yang menggurui, memarahi, mengancam. Mama memposisikan diri sebagai sahabat aku dan mas. Kedekatanku dengan mama membuat aku selalu ingin menjaga perasaan mama agar tidak terluka. Aku selalu takut membuat mama sedih.
Mama tidak banyak menuntut, mana selalu mendukung apapun yang aku lakukan asal itu bersifat positif. Aku sering sekali mendengar keluh kesal teman kalau dia tidak diperbolehkan ini dan itu, tidak diizinkan ikut kegiatan tertentu yang padahal menurutku bukan hal yang negatif. Kemudian dampaknya dia malah sering berbohong alasannya ini padahal main atau ngapain.
Aku dan mas tumbuh menjadi pribadi yang gak mau sok-sokan keren dengan pamer barang-barang mahal pemberian orang tua. Aku lebih suka menghabiskan waktu di rumah ketika tahun baru, saat semua teman SMAku pada saat itu punya acara di luar. Aku menjadi anak yang bahagia meski gak semua keinginanku dituruti. Mama dan papa mengajarkanku untuk berusaha sendiri ketika menginginkan suatu hal, jadilah aku berbisnis sejak SMP. Dan waktu itu justru mama sangat mendukungku, sama sekali tidak marah. Aku ikut team Marching Band juga didukung, padahal aku punya skoliosis dan harus angkat alat berat. Aku masuk jurusan seni pun didukung meski aku tahu mereka menginginkan anaknya jadi dokter atau dosen hehe, mereka mendukung segala hal yang aku lakukan, karena mereka tahu, hanya aku yang mengerti apa yang aku mau dan mereka tidak pernah menghalangi kebahahiaanku dan mas.
Di Jogja aku melihat banyak hal, belajar banyak hal dan mengamati banyak hal. Aku bersyukur karena dibesarkan dengan cara yang sederhana tapi sampai sekarang kebiasaan-kebiasaan positif itu masih sering kami terapkan. Aku bersyukur dilahirkan di keluarga ini. Aku bersyukur karena punya rasa takut membuat mama papa sedih, aku bersyukur karena punya orangtua hebat.
Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Saturday, October 8, 2016
Sunday, December 4, 2011
Selamat Ulang Tahun, Mama :)
Hai Mamaku tercinta, selamat ulang tahun, ya!
Tetap jadi ibu yang sabar, yang baik dan yang lucu!
I love you! <3
A4, ballpoint pen on origami paper.
Friday, May 6, 2011
Kilas Balik
Hello readers!
Postingan kali ini, aku mau cerita sedikit soal petualangan ke Singapur kemaren bersama mas dan mamah.
Bulan januari, kita bertiga berangkat ke Singapur. Mamah udah jauh2 hari beli tiket promo yang kabarnya murah gitu deh hahaha :p
Ini di depan hotel tempat kami menginap. Daerah Little India. :D
Nah ini di Merlion park, ternyata waktu itu si Singa muncratnya lagi sakit, dia lagi direnovasi :(

Ibu dan anak yang (agak) narsis.
Habis dari Merlion park, kita jajan-jajan di China Town. :D
Dan ini hasil belanjaan kita. Baru sehari di Singapur udah jajan-jajan aja -____-"

Sebelum pulang ke Indonesia, makan dulu. Lagi2 makan fast food, soalnya emang lidah kita yang gak cocok kali ya sama makanan sana. Cari aman kita makan kentang dan ayam goreng aja deh. :)
Well, segitu aja sih garis besarnya perjalanan kami bertiga. Kalau ada yang penasaran kenapa papah gak ikut, alasannya karena papah gak bisa cuti. Terus papah juga gak terlalu suka jalan-jalan. :p
Postingan kali ini, aku mau cerita sedikit soal petualangan ke Singapur kemaren bersama mas dan mamah.
Bulan januari, kita bertiga berangkat ke Singapur. Mamah udah jauh2 hari beli tiket promo yang kabarnya murah gitu deh hahaha :p
Foto-foto dulu di depan bola dunia Universal Studio biar gak cupu. :p
Eits, jangan ketipu, itu yang digantung gak bisa dimakan loh... :D
Candylicious itu tempat jualan permen-permen gitu. Tapi sayangnya mahal-mahal.
Ini di depan rumah Shrek. :D

Ada badut lagi nge-dance! :D
Dan akhirnya saya foto dengan badut, sodara-sodara!

Si mas berani banget foto sama dia. -____-"
Kecapean, kelaparan, akhirnya makan pakai voucer huahaha.
Nah ini hari terakhir di Skate Park di Singapur. Ketemu bule sama anaknya yang jago main skate.
Sebelum pulang ke Indonesia, makan dulu. Lagi2 makan fast food, soalnya emang lidah kita yang gak cocok kali ya sama makanan sana. Cari aman kita makan kentang dan ayam goreng aja deh. :)
Well, segitu aja sih garis besarnya perjalanan kami bertiga. Kalau ada yang penasaran kenapa papah gak ikut, alasannya karena papah gak bisa cuti. Terus papah juga gak terlalu suka jalan-jalan. :p
Monday, January 17, 2011
Wednesday, May 19, 2010
Tragedi ngilangnya handphone mamah
Jadi kemaren handphone mamah sempet hilang gitu, ia SEMPET. Gini ceritanya....
Hari udah malem banget, aku udah tiduran di kasur tercinta, papah sama mbah juga udah tidur, cuma mas yg masih melek di depan laptop dan mamah yang mondar-mandir gak karuan.
mamah: "Haduh haduh"
aku : "Kenapa mah?"
mamah: "Hape mamah gak ada, hape gak ada"
aku : "Hah?"
mamah: "Kayaknya tadi ketinggalan di supermarket deh"
aku : "Coba di misscall mah"
mamah: "Udah, tapi di reject, aduh gimana ini"
aku : "Jangan2 diambil orang supermarket mah" (jangan ditiru, nuduh org sembarangan)
mamah: "Tapi kalo diambil orang pasti dimatiin, kartunya pasti langsung dicopot"
aku : "Iya juga ya"
Setelah bersitengang, akhirnya aku pun mencoba me-misscall handphone mamah lagi, dan bener aja, emang di-reject berkali2.
Suasana makin memanas, muka mamah pun semakin memucat, dan jantung berdegup kencang.
aku : "Besok datengin lagi aja mah ke supermarketnya"
mamah: "Iya dek, tapi kalo emang udah gak rejeki ya direlain aja, minta ganti yg baru kali"
Akhirnya setelah kondisi mamah mulai tenang, mamah pun memutuskan untuk tidur, tapi baru nyampe depan pintu kamar mamah langsung teriak "Ya ampun ternyata hapenya ada dikasur, yang nge-reject tadi papah"
Dan dengan antengnya papah tidur sambil memegangi handphone mamah.
Hari udah malem banget, aku udah tiduran di kasur tercinta, papah sama mbah juga udah tidur, cuma mas yg masih melek di depan laptop dan mamah yang mondar-mandir gak karuan.
mamah: "Haduh haduh"
aku : "Kenapa mah?"
mamah: "Hape mamah gak ada, hape gak ada"
aku : "Hah?"
mamah: "Kayaknya tadi ketinggalan di supermarket deh"
aku : "Coba di misscall mah"
mamah: "Udah, tapi di reject, aduh gimana ini"
aku : "Jangan2 diambil orang supermarket mah" (jangan ditiru, nuduh org sembarangan)
mamah: "Tapi kalo diambil orang pasti dimatiin, kartunya pasti langsung dicopot"
aku : "Iya juga ya"
Setelah bersitengang, akhirnya aku pun mencoba me-misscall handphone mamah lagi, dan bener aja, emang di-reject berkali2.
Suasana makin memanas, muka mamah pun semakin memucat, dan jantung berdegup kencang.
aku : "Besok datengin lagi aja mah ke supermarketnya"
mamah: "Iya dek, tapi kalo emang udah gak rejeki ya direlain aja, minta ganti yg baru kali"
Akhirnya setelah kondisi mamah mulai tenang, mamah pun memutuskan untuk tidur, tapi baru nyampe depan pintu kamar mamah langsung teriak "Ya ampun ternyata hapenya ada dikasur, yang nge-reject tadi papah"
Dan dengan antengnya papah tidur sambil memegangi handphone mamah.
Wednesday, April 7, 2010
Keluarga "error" part II
*di pasar, mau beli kaca buat penutup lampu teplok*
mamah :"Berapaan bang ?"
penjual :"5 ribu bu"
mamah :"Buset mahal amat ? Gelas aja gak sampe segini bang harganya"
penjual :"(dengan muka kesel) yaudah ibu pake gelas aja"
mamah :"......"
aku ::"(nahan ketawa)"
*lagi di kantor mamah*
tante lili :"Ih mbak putihan yah...(ngomong sama mamah)"
mamah :"Iya dong, plus lo yang iteman (niruin gaya ngomong yg kayak di iklan)"
tante lili :"(langsung pasang tampang nyesel)"
*lagi latihan marching band, kolaborasi sama tentara*
tentara :"Dek kelas berapa ?"
aku :"Kelas 3 om"
tentara :"SMP ?"
aku :"SMA"
tentara :"Widih ngibulnya jago"
aku :"Apaan sih gak ngibul tau, beneran aku kelas 3 SMA"
tentara :"Kok badannya kecil ?"
aku :"Aku kan loncat kelas"
tentara :"Wih pinter dong ?"
aku :"Loncat-loncat dalem kelas"
tentara :"......"
*papah mau nutupin layar kamera digital pake plastik bening. ituloh yg biasanya kalo beli hape baru kan ada plastik pelindungnya, nah papah lagi nyari2 celah buat ngebuka plastiknya*
papah :"Ih susah amat bukanya, ini mana lagi gal ada celahnya"
aku :"Sini coba asa yang buka"
*dengan style sok jagonya, aku langsung ngebuka plastik pelindungnya dari penempelnya itu*
papah :"Loh jangan dibuka semua ! Aduh itukan masangnya pelan2 dek, gak bisa dipasang kalo udah kebuka semua plastiknya !"
mamah :"Maklum pah, cara dia kan cara bar-bar"
aku :"$%#&!!*I#&"
*nge-sms-in papah*
aku :"Pah, asa sama mamah mau ke banjar, mau jalan2"
papah :"Iya jangan lama2"
*beberapa menit kemudian papah sms lagi*
papah :"Dek, nanti ke Gramidia gak ? jangan lupa pesenan papah ya" *maksud papah adalah Gramedia toko buku, entah salah ketik atau papah gak tau tulisan aslinya gimana, dan karena aku anak baik, maka aku membalasnya dengan....*
aku :"Iya pah nanti ke GRAMIDIA kok"
mamah :"Berapaan bang ?"
penjual :"5 ribu bu"
mamah :"Buset mahal amat ? Gelas aja gak sampe segini bang harganya"
penjual :"(dengan muka kesel) yaudah ibu pake gelas aja"
mamah :"......"
aku ::"(nahan ketawa)"
*lagi di kantor mamah*
tante lili :"Ih mbak putihan yah...(ngomong sama mamah)"
mamah :"Iya dong, plus lo yang iteman (niruin gaya ngomong yg kayak di iklan)"
tante lili :"(langsung pasang tampang nyesel)"
*lagi latihan marching band, kolaborasi sama tentara*
tentara :"Dek kelas berapa ?"
aku :"Kelas 3 om"
tentara :"SMP ?"
aku :"SMA"
tentara :"Widih ngibulnya jago"
aku :"Apaan sih gak ngibul tau, beneran aku kelas 3 SMA"
tentara :"Kok badannya kecil ?"
aku :"Aku kan loncat kelas"
tentara :"Wih pinter dong ?"
aku :"Loncat-loncat dalem kelas"
tentara :"......"
*papah mau nutupin layar kamera digital pake plastik bening. ituloh yg biasanya kalo beli hape baru kan ada plastik pelindungnya, nah papah lagi nyari2 celah buat ngebuka plastiknya*
papah :"Ih susah amat bukanya, ini mana lagi gal ada celahnya"
aku :"Sini coba asa yang buka"
*dengan style sok jagonya, aku langsung ngebuka plastik pelindungnya dari penempelnya itu*
papah :"Loh jangan dibuka semua ! Aduh itukan masangnya pelan2 dek, gak bisa dipasang kalo udah kebuka semua plastiknya !"
mamah :"Maklum pah, cara dia kan cara bar-bar"
aku :"$%#&!!*I#&"
*nge-sms-in papah*
aku :"Pah, asa sama mamah mau ke banjar, mau jalan2"
papah :"Iya jangan lama2"
*beberapa menit kemudian papah sms lagi*
papah :"Dek, nanti ke Gramidia gak ? jangan lupa pesenan papah ya" *maksud papah adalah Gramedia toko buku, entah salah ketik atau papah gak tau tulisan aslinya gimana, dan karena aku anak baik, maka aku membalasnya dengan....*
aku :"Iya pah nanti ke GRAMIDIA kok"
Friday, April 2, 2010
Keluarga "error"
Di bawah ini adalah potongan2 dialog dari keluarga error, check this out !
aku : "Mah, enpelope itu apaan sih ?"
mamah : "Enpelope ?"
aku : "Itu yang biasanya di iklan pajak"
mamah : "Owalah itu mah NPWP dek"
aku : "Oh masa sih mah ?"
mamah : "Dek, mamah bikin ayam AAAA! AAAA! *teriak-teriak*
aku : "Ih mamah apaan sih"
mamah : "Ayam teriaki dek, ah si ade mah gak ngerti"
aku : "........."
papah : "Dek, sepatunya abis dilukis dipoto dong, biar orang nanti bisa milih2 gitu, kalo mau bisnis harus gitu tauk, jangan asal lukis-jual lukis-jual aja"
aku : "Iye pah emang udah dari kemaren kali udah dipoto"
papah : "(diam tanpa kata)"
*lagi nonton tipi*
mamah : "Dek, itu kan si artis X"
aku : "Bukan, itu artis Y"
mamah : "Artis X"
aku : "Ih artis Y mah"
mamah : "Si adek nih ngotot banget, itu jelas2 artis X !"
*beberapa saat kemudian, muka si artis di close up*
aku : "TUH KAN SI ARTIS Y!"
mamah : "Iya yah artis Y hehehe"
aku : "Mah, enpelope itu apaan sih ?"
mamah : "Enpelope ?"
aku : "Itu yang biasanya di iklan pajak"
mamah : "Owalah itu mah NPWP dek"
aku : "Oh masa sih mah ?"
mamah : "Dek, mamah bikin ayam AAAA! AAAA! *teriak-teriak*
aku : "Ih mamah apaan sih"
mamah : "Ayam teriaki dek, ah si ade mah gak ngerti"
aku : "........."
papah : "Dek, sepatunya abis dilukis dipoto dong, biar orang nanti bisa milih2 gitu, kalo mau bisnis harus gitu tauk, jangan asal lukis-jual lukis-jual aja"
aku : "Iye pah emang udah dari kemaren kali udah dipoto"
papah : "(diam tanpa kata)"
*lagi nonton tipi*
mamah : "Dek, itu kan si artis X"
aku : "Bukan, itu artis Y"
mamah : "Artis X"
aku : "Ih artis Y mah"
mamah : "Si adek nih ngotot banget, itu jelas2 artis X !"
*beberapa saat kemudian, muka si artis di close up*
aku : "TUH KAN SI ARTIS Y!"
mamah : "Iya yah artis Y hehehe"
Thursday, August 20, 2009
Mengenang Nami
Aku dulu punya kucing . Bukan kucing garong, tapi kucing galak .
Namanya Nami . Nama Nami terinspirasi dari nama sebuah tokoh di one piece, karena dulu mas lagi tergila2 sama one piece .
Nami kucing betina belang tiga . Dia pendek tapi berisi, matanya hijau dan imut2 kaya pemiliknya :p
Nami itu kembang desa, dia jadi rebutan kucing2 garong di komplek, tapi Nami tetep cuek, dia ngerasa gak lepel kalo harus pacaran sama kucing garong di komplek yg dekil, kotor, suka nyolong ikan dan tidak rajin beribadah .
Nami bisa dibilang kucing jutek, dia gak pernah mau makan ikan asin . Kalo makan daging mentah juga langsung muntah . Makan tulang langsung kejang2 .
Maunya makan ikan yg udah dimasak, atau gak makan makanan khusus kucing yg satu kalengnya ngelebihi harga satu hari uang jajanku .
Nami juga gak pernah sukses menghasilkan keturunan yang waras . Dia selalu ngelahirin anak, trus beberapa hari kemudian anaknya mati satu persatu .
Anak yang bisa bertahan cuma Si Item dan Popo .
Si popo melarikan diri entah kemana saat Si Item lahir . Mungkin dia merasa perhatian Nami berpindah pada Si Item yang bulunya Item semua .
Kata orang, kucing item itu pembawa sial, kucing iblis . Tapi nyatanya ? Item itu kucing banci . Gak pernah berani bergulat dengan kucing garong di komplek, selalu minta bela . Dan terakhir aku tau, dia punya kelakuan yang sangat tidak berprikekucingan yaitu : Mengawini kucing Jantan .
Hei, Item itu Jantan kawan ! Dia mengejot2 kucing jantan . Sungguh pemandangan yang sangat tidak etis .
Skip . Balik lagi ke Nami .
Aku kangen sama Nami . Kangen banget malah . Udah hampir dua tahun dia ninggalin rumah .
Enggak tau kenapa .
Waktu itu Nami ngelahirin anak terakhirnya, sekitar 3 anak kucing .
Anak kucing itu udah diincer musang dari mereka lahir .
Jadi Nami selaku Ibu siaga yang siap melindungi anak2nya, selalu memindah2 tempat persembunyian dan mencari daerah aman .
Pada hari yg aku lupa hari apa, pagi2 anak Nami udah gak ada ditempatnya tiga tiganya . Mereka hilang !
Nami gelabakan . Dia setress, Dia depresi, dia merasa gak berguna jadi Ibu, dan Nami berniat bunuh diri .
Akhirnya, siangnya Namipun ikut hilang entah kemana . Mungkin dia berusaha mencari anak2nya yg hilang itu .
Nami merantau diluar sana, mungkin dia mengadu nasib, mencoba mencicipi kejamnya kehidupan diluar sana .
Oh Namiku sayang, dimanakah kau sekarang ?
Ini adalah Nami malam terakhir kami bertemu :
Ini bentuk formasi yang alamiah tanpa dibuat2 :
Ini anak2 Nami yang lucu dan menggemaskan :
Ini juga anak Nami yang agak kurang gizi :
Ini kegiatan susu menyusu :
Namanya Nami . Nama Nami terinspirasi dari nama sebuah tokoh di one piece, karena dulu mas lagi tergila2 sama one piece .
Nami kucing betina belang tiga . Dia pendek tapi berisi, matanya hijau dan imut2 kaya pemiliknya :p
Nami itu kembang desa, dia jadi rebutan kucing2 garong di komplek, tapi Nami tetep cuek, dia ngerasa gak lepel kalo harus pacaran sama kucing garong di komplek yg dekil, kotor, suka nyolong ikan dan tidak rajin beribadah .
Nami bisa dibilang kucing jutek, dia gak pernah mau makan ikan asin . Kalo makan daging mentah juga langsung muntah . Makan tulang langsung kejang2 .
Maunya makan ikan yg udah dimasak, atau gak makan makanan khusus kucing yg satu kalengnya ngelebihi harga satu hari uang jajanku .
Nami juga gak pernah sukses menghasilkan keturunan yang waras . Dia selalu ngelahirin anak, trus beberapa hari kemudian anaknya mati satu persatu .
Anak yang bisa bertahan cuma Si Item dan Popo .
Si popo melarikan diri entah kemana saat Si Item lahir . Mungkin dia merasa perhatian Nami berpindah pada Si Item yang bulunya Item semua .
Kata orang, kucing item itu pembawa sial, kucing iblis . Tapi nyatanya ? Item itu kucing banci . Gak pernah berani bergulat dengan kucing garong di komplek, selalu minta bela . Dan terakhir aku tau, dia punya kelakuan yang sangat tidak berprikekucingan yaitu : Mengawini kucing Jantan .
Hei, Item itu Jantan kawan ! Dia mengejot2 kucing jantan . Sungguh pemandangan yang sangat tidak etis .
Skip . Balik lagi ke Nami .
Aku kangen sama Nami . Kangen banget malah . Udah hampir dua tahun dia ninggalin rumah .
Enggak tau kenapa .
Waktu itu Nami ngelahirin anak terakhirnya, sekitar 3 anak kucing .
Anak kucing itu udah diincer musang dari mereka lahir .
Jadi Nami selaku Ibu siaga yang siap melindungi anak2nya, selalu memindah2 tempat persembunyian dan mencari daerah aman .
Pada hari yg aku lupa hari apa, pagi2 anak Nami udah gak ada ditempatnya tiga tiganya . Mereka hilang !
Nami gelabakan . Dia setress, Dia depresi, dia merasa gak berguna jadi Ibu, dan Nami berniat bunuh diri .
Akhirnya, siangnya Namipun ikut hilang entah kemana . Mungkin dia berusaha mencari anak2nya yg hilang itu .
Nami merantau diluar sana, mungkin dia mengadu nasib, mencoba mencicipi kejamnya kehidupan diluar sana .
Oh Namiku sayang, dimanakah kau sekarang ?
Ini adalah Nami malam terakhir kami bertemu :
Ini bentuk formasi yang alamiah tanpa dibuat2 :
Ini anak2 Nami yang lucu dan menggemaskan :
Ini juga anak Nami yang agak kurang gizi :
Ini kegiatan susu menyusu :
Subscribe to:
Posts (Atom)

