Jumat, 16 November 2012

Cinta yang Sederhana

Aku tidak pernah sebahagia ini dicintai pria.

Aku tidak sempurna. Tapi Dipa membuatku merasa sempurna karena ia mencintaiku dengan sangat sederhana, dengan tidak terlalu banyak memuji, dengan tidak terlalu banyak memuja.

Ia mencintaiku dengan penuh kejujuran. Ia begitu membenci kepalsuan.

Ia mencintaiku di tengah-tengah kesibukannya menulis, membaca, membersihkan kamar, merawat kucing, bahkan ia mencintaiku di tengah-tengah kemarahannya. Ia masih sempat mencintaiku di tengah-tengah napas yang tidak teratur dan adrenalin yang kacau.

Dipa mencintaiku dengan cara yang dewasa dan kekanak-kanakan. Ia bisa menjadi orang dewasa dan anak-anak segaligus ketika mencintaiku. Kadang ia merengek, kadang ia mengecupi keningku.

Aku tidak pernah sebahagia ini dicintai pria.

"Aku tidak sempurna, kenapa kamu mencintai wanita dengan struktur tulang belakang tidak sempurna?"

"Banyak wanita dengan tubuh sempurna menyukaiku."

"Dan mereka cantik-cantik."

"Memang. Tapi aku tidak ingin membuat partai politik dengan memacari wanita-wanita cantik. Kamu memang tidak sempurna, tapi kamu memiliki apa yang tidak mereka miliki. Aku mencintaimu, dan kamu terlihat begitu cantik, entah sejak kapan."

Dipa bisa menyampaikan cinta hanya dengan pandangan dan sebuah senyuman kecil. Sesederhana itu.

3 komentar:

Komentar kalian akan masuk moderasi dulu jika kalian komen di postingan lama. Maka jangan khawatir, komentar kalian pasti akan aku baca. :)